Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen melanjutkan pengembangan Shelter Watubelah secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menampung lebih banyak pedagang kaki lima yang masih berjualan di bahu Jalan Fatahillah sekaligus mencegah potensi konflik antarpedagang.
Meski Shelter Watubelah mulai ramai dikunjungi masyarakat, sebagian pedagang kaki lima masih memilih berjualan di bahu Jalan Fatahillah, kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menata kawasan pusat kuliner tersebut. Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon, Rodiya, menyebut pengembangan shelter akan dilakukan menyesuaikan kemampuan anggaran. Pemerintah saat ini lebih memfokuskan pada optimalisasi fasilitas yang sudah dibangun.
Saat ini Disperdagin menambahkan sejumlah fasilitas pendukung seperti tiga belas set kursi taman, penerangan kawasan, serta akses menuju jogging track. Pengembangan ini merupakan bagian dari master plan Shelter Watubelah sebagai kawasan yang memadukan fungsi ekonomi, budaya, dan olahraga.
Baca Juga:MBG SDN 1 Gujeg Dihentikan – VideoWarga Protes Tower BTS Jarak 8 Meter Dari Rumah – Video
Berdasarkan pendataan Disperdagin, terdapat sekitar sembilan puluh sembilan pedagang kaki lima di kawasan tersebut. Namun shelter yang sudah terbangun baru mampu menampung dua puluh empat pedagang.
Karena itu pemerintah daerah berencana membangun shelter tambahan apabila dukungan anggaran tersedia. Langkah ini diharapkan mampu merelokasi seluruh pedagang ke dalam kawasan shelter sehingga tidak lagi berjualan di bahu jalan.
Pemerintah juga terus menggelar berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, pameran, dan event kuliner untuk meningkatkan jumlah pengunjung serta mendongkrak pendapatan pedagang yang telah menempati shelter.