Pemerintah daerah perlu memastikan investasi ini benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Cirebon. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal.
Jangan sampai pembangunan pabrik berdiri di Kabupaten Cirebon, tetapi masyarakat sekitar justru hanya menjadi penonton. Rekrutmen tenaga kerja harus transparan, terbuka, dan memberikan ruang sebesar-besarnya bagi warga Kabupaten Cirebon yang memenuhi kualifikasi.
Pemerintah juga dituntut memastikan adanya pelatihan dan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja lokal sehingga masyarakat tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
Baca Juga:Sejarah Sepatu Bata: Dari Bengkel Tradisional ke Pabrikan GlobalAliansi Masyarakat Datangi Proyek Pembangunan Pabrik Sepatu
Investasi harus menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar menciptakan bangunan baru. Di sisi lain, kemudahan investasi juga tidak boleh dimaknai sebagai kelonggaran terhadap aturan.
Pemkab Cirebon menegaskan komitmennya memberikan kepastian hukum, waktu, dan biaya dalam proses perizinan melalui DPMPTSP serta dinas teknis terkait. Koordinasi dengan Forkopimda juga dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan investasi.
Namun, prinsipnya harus jelas: semua perizinan dan persyaratan hukum harus benar-benar tuntas sebelum pembangunan berjalan. Jangan sampai investasi disambut manis di awal, tetapi kemudian menyisakan persoalan di akhir karena persoalan tata ruang, lingkungan, lahan, perizinan, ketenagakerjaan, maupun dampak sosial.
Pemkab Cirebon sendiri tengah menyelaraskan tata ruang daerah dengan Kementerian ATR/BPN, termasuk berkaitan dengan penataan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), agar kawasan peruntukan industri maupun Kawasan Industri dapat tertata tanpa menabrak regulasi nasional.
Langkah tersebut penting. Sebab investasi yang sehat bukan hanya investasi yang cepat masuk, tetapi investasi yang legal, tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah sangat open dan siap terus berkolaborasi melalui pendekatan Pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat. Harapan kita bersama, investasi ini dapat berjalan lancar dan signifikan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Kini tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendatangkan investor. Tantangan sebenarnya adalah memastikan investasi tersebut mampu mengubah kondisi ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Polemik Pabrik Milik PT. Victory Chinglu Indonesia di Gebang Mekar Mengerucut, Pemkab Cirebon Siap SinkronkanTawangsari Akhirnya Dapat Perhatian, Ono Surono Bergerak, Gubernur Restui Bangun Jembatan
Jika 20.000 tenaga kerja benar-benar terserap, mayoritas berasal dari masyarakat lokal, upah berputar di daerah, UMKM tumbuh, dan pembangunan berjalan sesuai seluruh ketentuan, maka groundbreaking PT Chingluh Group Indonesia bisa menjadi momentum penting bagi Kabupaten Cirebon.
