Penguatan UMKM di Kabupaten Cirebon kembali diwarnai wacana konsep kolaborasi untuk pengembangan UMKM. Namun, di tengah beragam konsep yang terus ditawarkan, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar wacana. Para pegiat UMKM menunggu langkah nyata, terobosan yang aktif, dan program yang bisa langsung dirasakan dampaknya.
Pentahelix kembali disebut sebagai salah satu cara memperkuat UMKM di Kabupaten Cirebon. Konsepnya, lima unsur diharapkan berkolaborasi untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.
Pemerintah berperan dalam pembinaan dan fasilitasi. Dunia usaha membuka akses pasar. Akademisi meningkatkan kapasitas. Masyarakat menjadi bagian dari ekosistem, dan media membantu memperluas promosi produk lokal.
Baca Juga:DPRD Indramayu Setujui KUA-PPAS APBD 2027 – VideoKakek 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Didalam Rumah – Video
Secara konsep, gagasan ini terdengar ideal. Namun, persoalannya, UMKM tidak bisa berkembang hanya dengan konsep di atas kertas. Saat ini pelaku usaha membutuhkan program yang lebih konkret. Mulai dari akses permodalan, pasar, digitalisasi, legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga pendampingan yang konsisten.
Jangan sampai pentahelix hanya menjadi istilah baru dalam program pemerintah, tanpa target, indikator, dan hasil yang bisa diukur. Sebab, UMKM tidak hanya membutuhkan forum dan diskusi. Mereka membutuhkan akses pasar yang nyata, produk yang naik kelas, dan kebijakan yang mempermudah mereka bertumbuh.
UMKM Cirebon kini membutuhkan lebih dari sekadar obral konsep dan wacana. Yang ditunggu adalah terobosan yang aktif, realistis, memiliki target jelas, dan benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha.
Sebab, ukuran keberhasilan program bukan dari seberapa banyak konsep yang diluncurkan, melainkan seberapa banyak UMKM yang naik kelas, bertahan, dan mampu mandiri.