Program Gentengisasi Jadi Angin Segar, 2,4 Juta Genteng Jatiwangi Siap Didistribusikan

Ilustrasi genteng Jatiwangi Majalengka yang siap didistribusikan untuk program gentengisasi.
Program gentengisasi jadi angin segar, 2,4 juta genteng Jatiwangi siap didistribusikan. (Foto: Ilustrasi/Radar Majalengka)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Program gentengisasi membuka kembali peluang bagi industri genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Sentra produksi genteng Jatiwangi kini menyiapkan sekitar 2,4 juta keping genteng yang akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menjadi angin segar bagi para pengrajin genteng yang sempat mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir.

Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM, mengatakan program tersebut menjadi momentum kebangkitan industri genteng lokal yang sempat mengalami penurunan aktivitas dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Eman, Jawa Barat memiliki dua sentra utama produksi genteng yang terlibat dalam program tersebut, yakni Jatiwangi di Majalengka dan Plered di Purwakarta.

“Di Jawa Barat itu ada dua penghasil genteng. Yang pertama di Purwakarta, yang kedua di kita, Majalengka,” ujar Eman seusai rapat paripurna, Rabu (30/9).

Baca Juga:Suyudi: Jabatan Kapolri Bukan Puncak Karier, tapi Puncak Tanggung JawabJalan Poros Rengasbandung-Tembelang Diperbaiki, Pamor: 26 Tahun Kami Menunggu

Ia menjelaskan, program gentengisasi di Majalengka akan memasuki momentum besar pada 8 November 2026. Pada tahap tersebut, sekitar 2,4 juta keping genteng ditargetkan siap didistribusikan menggunakan sekitar 600 truk. Eman menyebutkan, genteng tersebut akan dikirim ke sejumlah kabupaten untuk memenuhi kebutuhan material program BSPS. Namun, daerah penerima masih dalam proses penghitungan oleh panitia.

“Di BSPS saja, nanti dikirimkan ke beberapa kabupaten. Kami saat ini sedang menunggu 2,4 juta itu ke mana saja. Ini yang belum, masih dihitung,” katanya.

Di tengah tingginya permintaan, Eman mengakui industri genteng masih menghadapi tantangan kapasitas produksi. Setelah peluncuran pada 8 November, pemerintah pusat disebut kembali mendorong pengrajin meningkatkan produksi hingga sekitar 3 juta genteng. Namun, target tersebut dinilai tidak mudah dicapai dalam waktu singkat.

“Pak Menteri minta setelah tanggal 8 didorong lagi para pengusaha genteng harus bisa menyiapkan. Mintanya 3 juta, tapi kayaknya nggak mungkin dalam satu bulan,” ujar Eman. Saat ini, kemampuan produksi pengrajin berada di kisaran 500 ribu genteng per pekan. Program gentengisasi sebelumnya juga diarahkan untuk menyerap produk UMKM genteng Jatiwangi sekaligus memenuhi kebutuhan material program perumahan pemerintah. “Kementerian PKP juga telah mendorong penguatan kualitas dan sertifikasi produk genteng lokal,” ungkapnya.

0 Komentar