Permahi : Bupati Jangan Sembunyi Dibalik Topeng Seleksi, Jurus Lempar Batu Sembunyi Tangan Sudah Tak Zaman

Muhammad Rizky Firmansyah
Muhammad Rizky Firmansyah
0 Komentar

“Pansel harus bisa menjelaskan kepada publik, apa indikator penilaiannya, apa yang menjadi pembeda antarcalon, dan mengapa seseorang dinilai layak melaju ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Menurut Rizky, apabila seluruh peserta yang lolos administrasi kemudian tetap dipertahankan tanpa penyaringan yang berarti, publik wajar mempertanyakan substansi dari proses seleksi tersebut.

“Jangan sampai seleksi hanya menjadi rangkaian tahapan yang harus dilewati, tetapi tidak benar-benar menyaring. Kalau begitu, masyarakat bisa bertanya-tanya, sebenarnya proses ini mencari yang terbaik atau hanya menggugurkan tahapan?” katanya.

Baca Juga:Seleksi Direksi PDAM Cirebon Disorot: Lima Peserta UKK, Lima-Limanya Lolos ke Wawancara BupatiSeleksi BUMD Cirebon 2026, Hilman Mundur! Rodiyah Absen! Ini Nama-Nama yang Berpeluang Masuk Tiga Besar

Sorotan Rizky juga diarahkan kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Bupati Cirebon. Ia meminta Bupati memastikan proses pemilihan Direktur Perumda Tirta Jati berlangsung secara transparan, akuntabel dan berbasis sistem merit.

“Bupati sebagai KPM harus berani memastikan proses ini transparan. Jangan sampai KPM kemudian bersembunyi di balik Pansel, sementara Pansel bersembunyi di balik tahapan seleksi,” tegasnya.

Rizky mengatakan, keterbukaan sangat diperlukan untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan ada topeng dalam proses ini. Kalau memang semuanya profesional, berbasis kompetensi dan tidak ada kepentingan lain, ya buka dan jelaskan kepada publik,” katanya.

Ia bahkan mengingatkan agar jangan sampai muncul kesan lempar batu sembunyi tangan, ketika keputusan akhir diambil tetapi pihak yang memiliki kewenangan justru berlindung di balik mekanisme seleksi.

“Jangan sampai masyarakat melihat ada sesuatu yang tidak dijelaskan. Kalau prosesnya memang bersih, profesional dan objektif, tidak ada alasan untuk takut menjelaskannya,” ujar Rizky.

Rizky menilai isu tarik-menarik kepentingan dalam pengisian jabatan BUMD harus menjadi perhatian serius.

Baca Juga:Bupati Cirebon Tantang Calon Direksi Baru BUMD, Cari Terobosan Pendapatan Hingga Optimalisasi Pengolahan AirGroundbreaking Chingluh di Cirebon: Investasi Besar, 20 Ribu Tenaga Kerja Jadi Harapan atau Sekadar Janji?

Menurutnya, jabatan Direktur Perumda Tirta Jati harus diberikan kepada figur yang memiliki kapasitas profesional dan mampu membawa perusahaan berkembang dalam jangka panjang.

“Jangan memilih karena kedekatan. Jangan memilih karena kepentingan sesaat. Pilih orang yang memang mampu mengurus perusahaan, memperbaiki pelayanan, menekan kehilangan air, memperluas cakupan pelanggan dan membuat Tirta Jati menjadi perusahaan yang sehat,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat Kabupaten Cirebon pada akhirnya tidak terlalu membutuhkan siapa yang menjadi kandidat, melainkan membutuhkan jaminan bahwa orang yang terpilih benar-benar merupakan kandidat terbaik.

0 Komentar