Di usia ke-27 tahun, Al-Zaytun menargetkan pengembangan pendidikan tidak hanya berorientasi pada lulusan, namun juga pada penguasaan teknologi dan keterampilan praktis.
Melalui Politeknik Indonesia Raya dan rencana pengembangan Pendidikan Nusantara, pihak pengelola berharap konsep pendidikan berbasis teknologi dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.