Berapa Banyak Air Kelapa yang Aman Diminum? Cek Porsi Hariannya

Kesehatan
Air Kelapa (magnific)
0 Komentar

3. Air kelapa tidak harus menggantikan air putih

Elektrolit membuat air kelapa terdengar lebih unggul, tetapi lebih banyak elektrolit tidak selalu berarti hidrasi yang lebih baik. Air kelapa tidak terbukti lebih menghidrasi dibandingkan air putih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam penelitian acak silang terhadap 12 laki-laki terlatih, air putih, air kelapa murni, air kelapa dari konsentrat, dan minuman olahraga memberikan hasil yang serupa dalam pemulihan hidrasi dan performa setelah olahraga. Peserta justru lebih sering melaporkan rasa kembung dan gangguan lambung setelah meminum produk air kelapa.

Air kelapa juga mengandung lebih banyak kalium, tetapi relatif lebih sedikit natrium. Padahal, natrium merupakan elektrolit utama yang banyak hilang melalui keringat. Karena itu, air kelapa belum tentu cukup sebagai satu-satunya minuman pemulihan setelah olahraga panjang, latihan intens, atau aktivitas saat cuaca sangat panas.

Baca Juga:Apa Saja Kandungan Air Kelapa Muda? Inilah Daftar Nutrisi LengkapnyaAir Kelapa Segar atau Kemasan, Mana Lebih Sehat? Inilah yang Perlu Diketahui

4. Risiko utamanya muncul ketika kalium tidak dapat dibuang tubuh

Bagi orang dengan ginjal sehat, hiperkalemia atau kadar kalium darah terlalu tinggi akibat makanan tergolong jarang. Risikonya meningkat ketika air kelapa diminum dalam jumlah sangat besar atau tubuh sedang kesulitan membuang kalium.

Sebuah laporan kasus menggambarkan seorang laki-laki sehat berusia 42 tahun yang meminum delapan botol air kelapa berukuran 11 ons (sekitar 2,6 liter) saat bermain tenis seharian dalam cuaca panas. Ia mengalami hiperkalemia berat dan gangguan irama jantung. Namun, kasus ini juga melibatkan cedera ginjal akut dan kerusakan otot akibat aktivitas berat, sehingga satu faktor tidak dapat dipisahkan dari faktor lainnya.

Laporan kasus lain mencatat peningkatan kalium secara bertahap pada pasien diabetes tipe 2 yang minum sekitar satu liter air kelapa setiap hari dan menggunakan lisinopril. Kadar kaliumnya kembali ke rentang normal setelah konsumsi air kelapa dihentikan. Laporan individual seperti ini menunjukkan bahwa satu liter dapat menjadi jumlah bermasalah pada orang dengan faktor risiko.

5. Siapa yang perlu lebih berhati-hati?

Sebelum rutin minum air kelapa, konsultasikan porsinya dengan dokter atau ahli gizi jika memiliki:

  • Penyakit ginjal kronis, cedera ginjal akut, atau sedang menjalani dialisis.
  • Kadar kalium darah yang pernah tinggi.
  • Gagal jantung atau gangguan kelenjar adrenal.
  • Diabetes yang disertai gangguan ginjal.
  • Terapi ACE inhibitor atau ARB, seperti lisinopril dan losartan.
  • Obat diuretik hemat kalium, seperti spironolakton atau amilorid.
  • Suplemen kalium maupun garam pengganti yang mengandung kalium.
0 Komentar