RADARCIREBON.TV – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menyebut gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai manuver politik yang tidak beradab. Menurutnya, dinamika politik saat ini seharusnya mengedepankan transparansi dan politik yang beradab.
“Saya kira kita sekarang hidup di dunia modern yang serba transparan ya, dan politik yang beradab perlu dikedepankan. Jadi saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab ya,” kata Raja Juli, Jumat (25/9/2026).
Raja Juli juga menyoroti bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah fokus menangani bencana di Indonesia. “Saat sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh-temeh ya,” ungkapnya.
Baca Juga:Sambut Hari Kartini, Langkah Tegas Wapres Gibran Perkuat Peran Perempuan di Era ModernKongres X Permahi : Andi Maruli Terpilih Aklamasi, Tegaskan Dukung Kritis Pemerintahan Prabowo–Gibran
Menyinggung Polemik Ijazah Jokowi
Menteri Kehutanan ini juga menyinggung polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Ia menyebut persoalan serupa kini menyasar Gibran dan berseloroh kemungkinan dapat berlanjut kepada anggota keluarga lainnya.
“Dulu ijazah Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Mas Kaesang, mungkin lusa ijazah Jan Ethes gitu ya,” ungkapnya.
MK Periksa Sengketa Hasil Pilpres 2024
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) kembali memeriksa sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 melalui perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Salah satu pokok yang dipersoalkan pemohon berkaitan dengan pemenuhan syarat pendidikan Gibran.
Sidang pemeriksaan pendahuluan dengan agenda penyampaian permohonan digelar di MK, Jakarta, Senin (21/9/2026) malam. Perkara tersebut diajukan oleh 12 pemohon, termasuk mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana. Bambang Widjojanto menjadi salah satu kuasa hukum dalam perkara tersebut.
Jokowi Jelaskan Riwayat Pendidikan Gibran
Terkait hal ini, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan Gibran menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama di Solo, Jawa Tengah. Setelah itu, Gibran melanjutkan pendidikan tingkat sekolah menengah di Singapura.
“Mas Gibran itu SD-nya di SD 16 Kota Madya Surakarta, SMP-nya di SMP Negeri 1 Kota Madya Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura,” kata Jokowi di Banjarsari, Solo, Kamis (24/9/2026).
