Bupati Majalengka Sambut Rencana Masuknya Kemenhan dan PTDI ke Kawasan Kertajati

Bupati Majalengka Eman Suherman saat memberikan keterangan terkait rencana masuknya Kemenhan dan PTDI ke Kerta
Bupati Majalengka sambut rencana masuknya Kemenhan dan PTDI ke kawasan Kertajati. (Foto: Baehaqi/Radar Majalengka)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka sepakat mengambil langkah strategis untuk mempercepat optimalisasi kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pasca rapat koordinasi terbaru yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, menurut Bupati Majalengka, telah disepakati bahwa pemanfaatan aset serta aktivitas operasional penerbangan dan industri pendukung di kawasan PJB (Pengembangan BIJB) bakal dikerjasamakan secara intensif dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Titik Balik Penting Setelah Sepuluh Tahun Stagnasi

Oleh karena itu, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut positif gagasan dan terobosan strategis yang diusung Pemprov Jawa Barat tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga ini menjadi titik balik penting setelah kawasan bandara tersebut dinilai lambat mengalami pertumbuhan signifikan selama sedasawarsa terakhir. “Alhamdulillah, kami telah menyelesaikan rapat koordinasi terkait rencana strategis masa depan PJB. Salah satu poin utamanya adalah kesepakatan Pak Gubernur untuk menjalin kerja sama pengelolaan dan pemanfaatan kawasan PJB dengan Kementerian Pertahanan,” ujar Eman Suherman, Jumat (2/10/2026).

Eman menjelaskan, implementasi dari kesepakatan tersebut akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Sebagai langkah awal, payung hukum dan nota kesepahaman (MoU) formal antarkementerian serta instansi terkait bakal ditandatangani pada pekan depan sebelum berbagai program operasional ditarik ke wilayah Majalengka. Langkah masif ini diharapkan mampu mengakhiri masa stagnasi kawasan BIJB Kertajati yang selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir dinilai belum menunjukkan perkembangan yang optimal sesuai dengan target awal pembangunannya. “Dalam rapat itu saya sampaikan secara langsung kepada Pak Gubernur dan seluruh peserta rapat, durasi sepuluh tahun adalah waktu yang sudah sangat cukup untuk mengevaluasi perkembangan BIJB. Bagi Pemkab Majalengka, yang paling mendasar adalah kawasan ini harus segera ramai dan berfungsi produktif. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh gagasan responsif dari Pak Gubernur,” tutur Bupati Majalengka.

Baca Juga:Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Ombudsman Harap Tak Ada Masalah BaruJalan Berdampingan! Prabowo, Gibran & Puan Lihat Monumen Lubang Buaya di Hari Kesaktian Pancasila

PTDI dan 3.000 Tenaga Kerja Segera Masuk Kertajati

Salah satu dampak konkret yang diperkirakan akan langsung menggerakkan roda perekonomian lokal adalah pemindahan aktivitas industri pertahanan terkemuka nasional, PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kerja sama ini tidak hanya memindahkan fokus operasional teknis, melainkan juga memboyong unit-unit bisnis pendukungnya ke kawasan Kertajati. “Dalam waktu yang tidak lama, guna meramaikan dan menghidupkan kawasan ini, aktivitas PTDI akan ditarik ke Kertajati beserta lini bisnis di bawahnya. Diproyeksikan ada sekitar 3.000 tenaga kerja yang akan mulai aktif bekerja di sini,” kata Eman menegaskan.

0 Komentar