Dorongan Terminal Paniis supaya berfungsi optimal dan tidak sepi, tak hanya dilakukan Pemkab Kuningan. Kepala Desa setempat juga bersuara dengan mengusulkan 2 pola pengoperasian untuk menghidupkan terminal ini.
Dorongan solusi bagi Terminal Paniis supaya berfungsi optimal dan tidak sepi, tak hanya di diusulkan jajaran Pemkab Kuningan saja. Kepala Desa setempat juga mulai bersuara, dengan mengusulkan 2 pola pengoperasian untuk menghidupkan terminal ini. Usulan ini disampaikan Kepala Desa Paniis, Raski Baskara, usai mengikuti puncak HUT ke-34 Kecamatan Pasawahan yang dipusatkan di terminal tersebut.
Menurut Raski, terminal tidak cukup hanya dibuka secara administratif, namun harus memiliki pola operasional yang mampu mendatangkan kendaraan wisata secara rutin. Mulai dari plan A yang diusulkan, pemerintah hendaknya menyediakan kendaraan penjemput dan fasilitas pendukung, serta kemudahan bagi unit usaha lokal dan UMKM di kawasan terminal supaya dapat bergerak.
Baca Juga:Tugu Udang dari Knalpot Brong Hasil Razia Polisi Berdiri di Kota Cirebon – VideoPelaku Usaha Diwajibkan Miliki Produk Berlabel Halal – Video
Jika pola tersebut masih belum efektif, pihaknya menawarkan plan B, yaitu mengatur bus atau kendaraan pariwisata yang menuju Cibuntu dan destinasi lain di kawasan Pasawahan, untuk singgah terlebih dahulu di Terminal Paniis.
Gagasan tersebut berkaitan dengan persoalan lama Terminal Paniis, yang sejak 2019 dirancang sebagai terminal wisata terpadu, namun belum beroperasi optimal. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya menata pergerakan kendaraan, tetapi juga menghidupkan kawasan ekonomi di terminal, melalui kuliner, oleh-oleh, dan produk UMKM masyarakat.