Awas Jarak Pandang Terbatas! Inilah Tips Berkendara saat Kabut Asap Agar Tetap Aman

Kabut Asap
Pemandangan langit kota Kuala Lumpur yang kabur akibat kabut asap akibat karhutla (istockphoto)
0 Komentar

  • Pakai helm dan tutup kacanya

Selain masker dan balaclava, helm juga bisa menjadi pelindung wajah dari debu serta partikel yang mengganggu pernafasan. Rekomendasi terbaik adalah helm full face yang melindungi mulut dan hidung dengan sempurna. Misal pun tak punya helm full face, helm half face juga bisa dipakai. Namun, yang jelas kamu harus menutup kacanya dan pakai helm kapanpun meski hanya bepergian dalam waktu singkat untuk mencegah gangguan pernafasan.

  • Jangan hilang fokus ketika berkendara

Selalu siap siaga ketika berkendara di tengah kabut asap. Perhatikan sekitar, hindari jalan berlubang, dan jangan kehilangan fokus. Selama berkendara di kabut asap sebisa mungkin hindari mengobrol dengan orang lain, jangan main HP, dan tentunya pastikan jalanan aman untuk dilewati. Kamu juga bisa menyalakan klaskon ketika hendak berbelok atau menyalip agar pengendara lain menyadari keberadaanmu.

  • Hindari melakukan pengereman mendadak

Pengeraman mendadak bisa berakibat fatal bagi dirimu dan orang lain. Saat mengerem mendadak motor bisa jatuh, tergelincir, dan terjadi kecelakaan tunggal. Saat jalan ramai pengereman mendadak juga bisa memicu kecelakaan beruntun yang akhirnya memakan lebih banyak korban jiwa.

Baca Juga:5 Manfaat Plank 1 Menit Setia Hari, Otot Perut Lebih Kuat dan Postur Tubuh TerjagaJadwal Sepak Bola Malam Ini 17-18 Oktober 2026: Ada Pertandingan Persija Jakarta, City dan Barcelona

Itulah beberapa tips aman berkendara saat kabut asap yang bisa menyelamatkan nyawamu dan meminimalisir berbagai risiko. Tak hanya berguna bagi diri sendiri, kamu juga berkontribusi dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan lain.

0 Komentar