Namun, peluang besar tentu harus dibarengi kemampuan membaca pasar, keberanian berinovasi, disiplin bisnis, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah BUMD bukan sekadar seberapa banyak sektor usaha yang dimiliki, melainkan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu diciptakan dan dikembalikan kepada daerah.
Kini, 100 hari pertama menjadi ujian awal kepemimpinan Wachidah Silfiyanti. Mampukah Cherbon Nagari bergerak dari perusahaan yang baru dibentuk menjadi mesin bisnis daerah yang produktif?
Baca Juga:BUMD PPJ Cirebon Ditarget Kendalikan Harga Pangan, Direksi Baru Diminta Kreatif – VideoDPRD Minta Penerimaan PPJ Selaras dengan Peningkatan Pelayanan Publik
Satu hal sudah ditegaskan: perusahaan ini tidak ingin hanya berdiri di atas kertas. Cherbon Nagari ingin mulai bergerak, menangkap peluang, menciptakan keuntungan, dan pada akhirnya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Cirebon.
Karena potensi daerah tidak cukup hanya dibanggakan. Potensi harus dikelola, peluang harus ditangkap, dan keuntungan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
