SPPG Kalijaga yang menjadi sumber keracunan dalam program makan bergizi gratis di Kota Cirebon hingga kini masih dihentikan sementara atau suspend. Operasiojal dapur hingga kini belum ada kepastian karena hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium masih belum keluar.
Nasib operasional SPPG Kalijaga pasca kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis di Kota Cirebon masih belum menemukan kejelasan. Hingga kini, SPPG 04 Kalijaga masih berstatus suspend atau dihentikan sementara. Penghentian operasional ini belum ditentukan batas waktunya karena masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium kesehatan daerah.
Sejak insiden keracunan hingga saat ini belum ada keputusan yang memastikan kapan dapur MBG di Kalijaga ini bisa kembali melayani penerima manfaat. Di tengah belum jelasnya kelanjutan operasional, pihak SPPG masih bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan warga terdampak, termasuk mengganti biaya pengobatan yang telah dikeluarkan secara mandiri oleh penerima manfaat.
Baca Juga:Komplotan Pencuri Kabel Diringkus Polisi – Video3 ASN Dilantik Walikota, Salah Satunya Mengisi Jabatan Sekretaris Disdukcapil – Video
Korwil SPPG Kota Cirebon Yoga Adijaya juga menyebut ada SPPG lain yang belum bisa beroperasi karena terkendala teknis dan administrasi, sehingga tidak sesuai dengan standar operasional MBG.
Sementara, belum beroperasinya SPPG 5 Kalijaga berdampak pada ribuan penerima manfaat seperti anak sekolah, ibu hamil, maupun balita. Dilain sisi, penerima manfaat pun harus kembali diberikan edukasi karena tidak sedikit yang trauma pasca empat ratus orang lebih mengalami keracunan.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi pengelola program MBG, sebab penghentian sementara satu dapur bukan sekadar persoalan operasional, melainkan menyangkut jaminan keamanan makanan bagi penerima manfaat.