OTW Pelaminan, Mahalini- Rizki Febian Gelar Acara Mepamit di Bali, Berikut Filosofi dan Makna Penuh Haru

OTW Pelaminan, Mahalini- Rizki Febian Gelar Acara Mepamit di Bali, Berikut Filosofi dan Makna Penuh Haru
OTW Pelaminan, Mahalini- Rizki Febian Gelar Acara Mepamit di Bali, Berikut Filosofi dan Makna Penuh Haru/ sumber foto: instagram/ @mahaliniraharja
0 Komentar

RADARCIREBON.TV– Pasangan Mahalini Raharja dan Rizki Febian tak lama lagi akan melangkah ke jenjang pernikahan. 

Keduanya baru saja melangsungkan tradisi mepamit yang mana merupakan salah satu rangkaian masyarakat Bali dalam menyambut hari pernikahan. 

Acara yang digelar di kediaman calon mempelai wanita tersebut berlangsung khidmat dan penuh suka cita. 

Baca Juga:Periode Musim Kemarau di Indonesia Terbilang Singkat dari Tahun Lalu, Apa Sebabnya? Berikut Penjelasan BMKGMusim Kemarau Bikin Risau, Berikut 6 Hal Baik untuk Kondisi Tubuh Tetap Fit dan Bugar

Apa makna dari upacara mepamit tersebut?  Upacara Mepamit dalam adat Bali memiliki makna yang dalam, yaitu:

Perpisahan

Sesuai namanya, mepamit berarti “berpamitan”. Upacara ini menandakan pamitnya calon pengantin wanita (pradana) kepada leluhur dan keluarga besarnya karena akan menikah dan menjadi bagian dari keluarga baru.

Penghormatan

Upacara Mepamit juga merupakan wujud penghormatan dan terima kasih kepada leluhur yang telah melindungi dan membimbing calon pengantin wanita selama ini.

Izin dan restu

Melalui upacara ini, calon pengantin wanita memohon izin dan restu kepada leluhur untuk menjalani kehidupan baru dalam berumah tangga.

Penyatuan keluarga

Upacara Mepamit menandai dimulainya hubungan kekerabatan antara keluarga mempelai wanita dan mempelai pria.

Kelancaran dan kebahagiaan

Upacara ini diharapkan bisa melancarkan prosesi pernikahan dan membawa kebahagiaan bagi pasangan yang akan menikah.

Filosofi upacara Mepamit mengajarkan tentang pentingnya menghormati leluhur, menghargai asal-usul, dan memohon restu sebelum melangkah ke tahap kehidupan yang baru.

Baca Juga:Ekstrem! Indonesia Tak Alami Gelombang Panas, Tapi karena Ada Fenomena Ini…Mengenal Sindrom TTS, Efek Samping dari Vaksin Astrazeneca yang Kini Ramai Dibicarakan, Apakah Berbahaya?

Upacara ini juga menjadi simbolisasi penyatuan dua keluarga dan harapan untuk masa depan yang baik bagi pasangan yang akan menikah.

Filosofi di balik tradisi mepamit juga mencerminkan konsep perpisahan dalam kehidupan manusia.

Dalam pandangan Hindu Bali, perpisahan dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari siklus kehidupan.

Seseorang yang pergi dianggap sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya menuju pencapaian kebahagiaan dan pembebasan (moksha).

Oleh karena itu, tradisi mepamit juga mencerminkan pemahaman akan sifat sementara dan dinamis dari kehidupan ini.

Selain itu, tradisi mepamit juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan leluhur dan dewa-dewa.

Dengan melakukan upacara perpisahan secara resmi, orang yang pergi diharapkan mendapatkan restu dan perlindungan dari leluhur serta dewa-dewa dalam perjalanannya.

Hal ini mencerminkan keyakinan akan adanya ikatan spiritual antara manusia dan alam semesta.

Selanjutnya, tradisi mepamit juga memperkuat solidaritas dan rasa persatuan dalam masyarakat Bali.

Melalui partisipasi dalam upacara mepamit, anggota masyarakat merasa terlibat dalam proses perpisahan dan mendukung satu sama lain dalam setiap tahapan kehidupan.

Solidaritas ini menjadi salah satu pilar utama dalam mempertahankan keutuhan budaya dan tradisi Bali.

Dalam konteks sosial dan budaya Bali yang kaya akan tradisi, mepamit juga menjadi salah satu cara untuk memperkuat identitas budaya dan mempertahankan warisan nenek moyang.

Dengan mempertahankan tradisi mepamit, masyarakat Bali dapat menjaga keberlanjutan nilai-nilai dan norma-norma budaya yang telah dianut selama berabad-abad.

 

0 Komentar