Serikat Mahasiswa Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Cirebon, menuntut transparansi dan perbaikan pembangunan daerah. Aksi ini juga menjadi peringatan bagi pihak eksekutif dan legislatif agar menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Serikat Mahasiswa Cirebon atau SEMA menggelar aksi di depan kantor Bupati Cirebon untuk menyoroti kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan anggaran APBD 2026. Aksi ini menjadi salah satu bentuk tekanan publik agar pemerintah daerah lebih serius dalam menangani berbagai persoalan yang masih dialami masyarakat.
Mahasiswa menilai, meski anggaran perbaikan infrastruktur jalan mencapai sekitar 243 miliar di tahun 2026, namun implementasi di lapangan dinilai belum maksimal. Berbagai masalah seperti jalan rusak, sampah menumpuk, hingga penerangan jalan umum yang tidak berfungsi masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Baca Juga:Ribuan Siswa Ikuti Ajang Olahraga Sains Dan Seni – VideoPerjalanan Haru Jamaah Haji Tertua Asal Majalengka – Video
Ketua Umum SEMA Cirebon, Kemas Adhitiya menyebut, aksi ini merupakan upaya mengawal agar anggaran digunakan secara transparan dan efisien.
Selain menyoroti kinerja pemerintah, SEMA juga mengangkat dugaan adanya potensi penyimpangan dalam proyek pembangunan. Mahasiswa menyebut, dugaan bancakan proyek perlu diantisipasi sejak dini agar tidak merugikan keuangan daerah.
SEMA menegaskan, aksi ini juga menjadi peringatan bagi pihak eksekutif dan legislatif agar menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Mahasiswa berkomitmen akan terus mengawal jalannya anggaran dan pembangunan di Kabupaten Cirebon.