Hampir Tak Bisa Kendalikan Emosi, Pelatih Girona Beri Kode Keras ke Ajax Saat Masa Depan Jadi Sorotan

Míchel pelatih Girona
Míchel pelatih Girona terlihat menunduk kecewa setelah degradasi. Sumber img:@gironafc
0 Komentar

Namun, Míchel memilih untuk tidak membahas hal tersebut. Ia merasa bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan urusan pribadi di tengah kegagalan kolektif tim. “Saya tidak tahu. Ini bukan saatnya untuk membicarakan saya. Kami belum mencapai tujuan utama klub dan saya masih belum bisa menerima pukulan ini. Di dalam hati, saya merasakan kekosongan yang sangat besar,” tegas Míchel menanggapi rumor yang terus mengganggunya.

Perang Rumor dan Bantahan dari Ajax

Spekulasi tentang masa depan Míchel ke Ajax bukanlah isapan jempol belaka. Sebelum laga terakhir, media Spanyol dan Belanda ramai memberitakan bahwa Ajax telah mencapai kesepakatan lisan dengan pelatih tersebut. Bahkan, mantan wartawan Henk Spaan sempat menyatakan bahwa proses ini sudah hampir rampung. Namun, Direktur Teknis Ajax, Jordi Cruyff, dengan tegas membantah rumor tersebut, menyatakan bahwa belum ada kesepakatan verbal dengan pelatih mana pun.

Timing pemberitaan ini dianggap sangat tidak tepat dan kontraproduktif bagi Girona yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Pihak Girona sendiri dikabarkan sangat marah dengan bocoran kesepakatan ini karena dinilai mengganggu konsentrasi tim di momen krusial. Pelatih asal Spanyol itu berusaha menenangkan situasi dengan menyatakan bahwa ia sepenuhnya fokus pada timnya dan tidak mau memperpanjang spekulasi.

Baca Juga:Update Daftar Juara LaLiga Spanyol Sejak 1929-2026: Barcelona Catat Gelar BaruJadwal Sepak Bola Malam Ini 13-14 Mei 2026: Ada Pertandingan Piala Asia AFC U17, LaLiga, dan EPL

Masa Depan Masih Tergantung Pembicaraan dengan Girona

Setelah degradasi dipastikan, Míchel masih belum bisa memberikan kepastian apakah laga melawan Elche merupakan pertandingan terakhirnya bersama Girona. Kontraknya yang habis pada 30 Juni 2026 memberinya kebebasan untuk bernegosiasi dengan klub lain, namun ia menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil keputusan sepihak. “Saya tidak tahu. Saya harus berbicara dengan klub. Saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Saya tidak akan melakukan apa pun yang merugikan Girona tanpa membicarakannya dengan mereka terlebih dahulu.”

Míchel, yang memiliki gaya permainan ofensif dan progresif, telah mencatatkan sejarah gemilang bersama Girona, termasuk membawa mereka lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Kini, ia dihadapkan pada dua pilihan besar: memulai petualangan baru di Belanda bersama Ajax, atau tetap setia untuk membangun kembali Girona dari kasta kedua. Apapun keputusannya, yang jelas fokusnya saat ini bukan pada masa depan, tetapi pada rasa sakit yang harus segera disembuhkan dari degradasi yang baru saja dialami.

0 Komentar