Pemerintah Kabupaten Cirebon menyambut rencana investasi desalinasi air laut yang digagas oleh konsorsium investor dari Timur Tengah. Proyek ini dinilai dapat memperkuat ketersediaan air baku bagi industri, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi di daerah.Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima rencana investasi pengolahan air laut menjadi air baku, atau desalinasi, yang akan dikembangkan oleh konsorsium investor dari Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai, mengatakan bahwa proyek tersebut menjadi salah satu investasi strategis karena mampu menjawab kebutuhan pasokan air baku untuk sektor industri.Menurutnya, Kabupaten Cirebon tidak memiliki sumber cadangan air dalam jumlah besar seperti danau maupun waduk, sehingga ketersediaan air kerap dipengaruhi perubahan musim. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan kawasan industri.Melalui teknologi desalinasi, air laut akan diolah menjadi air baku yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Selain itu, proyek tersebut juga direncanakan mencakup pengembangan industri garam dan produk turunannya yang memiliki nilai ekonomi.Pemerintah daerah berharap realisasi investasi ini dapat memperkuat daya dukung kawasan industri, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Cirebon.