Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I telah selesai dilaksanakan. Saat ini, SMA Negeri 6 Cirebon tengah melaksanakan tahapan daftar ulang bagi calon peserta didik yang telah dinyatakan diterima. Pihak sekolah memilih menerapkan sistem daftar ulang secara daring (online) sepenuhnya untuk mempermudah pelayanan kepada siswa dan orang tua.
Pelaksanaan daftar ulang ini berlangsung pada 26 dan 29 Juni 2026. Meskipun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memberikan kelonggaran pilihan daftar ulang secara daring maupun luring (offline), SMAN 6 Cirebon memutuskan untuk mengoptimalkan sistem daring demi efisiensi tata kelola administrasi.
Pada Tahap I ini, terdapat 139 siswa yang sebelumnya telah terpetakan dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang wajib melakukan daftar ulang. Mereka merupakan calon peserta didik yang dinyatakan lolos melalui jalur prestasi akademik, prestasi non-akademik, serta jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua.
Baca Juga:Talaga Biru Cicerem Hadirkan Wahana Kayak Transparan – VideoSPMB Tahap 1 SMP Negeri Diumumkan – Video
Setelah tahapan daftar ulang Tahap I selesai, pihak sekolah akan langsung bersiap melanjutkan pelaksanaan SPMB Tahap II yang dijadwalkan pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Berdasarkan hasil pemetaan pada saat PCMB, untuk Tahap II tercatat ada 323 calon peserta didik yang akan mengikuti seleksi melalui jalur domisili (zonasi) dan jalur afirmasi. Kemudian, bagi 323 peserta didik yang lolos melalui jalur domisili dan afirmasi tersebut, proses daftar ulang dijadwalkan akan berlangsung pada 13 hingga 14 Juli mendatang.
Selama masa daftar ulang hari pertama, sejumlah orang tua terpantau mendatangi sekolah secara langsung untuk menanyakan kepastian jadwal dan mekanisme teknis pelaksanaan. Pihak panitia tetap melayani dengan baik, meskipun seluruh informasi tersebut sebenarnya telah dipublikasikan secara transparan melalui media sosial resmi sekolah.
Pihak SMAN 6 Cirebon memastikan seluruh pelaksanaan daftar ulang berjalan dengan lancar. Sistem digital yang telah dipersiapkan sebelumnya mampu mendukung performa proses administrasi, sehingga hingga saat ini tidak ditemukan kendala teknis yang berarti di lapangan.