Sejumlah petani tebu di Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mempertanyakan keterlambatan jadwal penebangan tebu kategori 6A yang hingga akhir Juni 2026 belum juga dilakukan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak buruk pada penurunan kualitas tebu dan pendapatan para petani.
Sekalipun sudah memasuki akhir bulan, sekitar 32 hektare lahan tebu kategori 6A di Desa Japura Kidul hingga kini belum mendapatkan kejelasan jadwal penebangan. Padahal, pada musim giling tahun sebelumnya, tebu dengan kategori serupa sudah mulai dipanen sejak awal Juni.
Keterlambatan ini menjadi perhatian serius para petani karena hasil panen tebu merupakan sumber pendapatan utama untuk mengembalikan modal usaha, membayar biaya perawatan tanaman, hingga menyiapkan kebutuhan masa tanam pada musim berikutnya.
Baca Juga:Kebakaran Rumah Sekaligus Tempat Usaha Konveksi – VideoCostume Competition Finalis Putra Putri Adipati Kuningan – Video
Selain masalah waktu, para petani juga menyoroti adanya dugaan ketimpangan dalam penentuan prioritas jadwal tebang di lapangan. Mereka menilai tebu milik pengusaha besar yang masih berada pada kategori 9A justru sudah lebih dahulu ditebang, sementara tebu kategori 6A milik petani kecil belum juga mendapat giliran.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para petani. Pasalnya, semakin lama tebu dibiarkan tegak di lahan dan melewati masa matangnya, kualitas rendemennya dikhawatirkan akan menurun drastis sehingga berpotensi besar merugikan finansial petani kecil.