Sejarah Tahu Gejrot yang Populer: Dari Pabrik Tiongkok Hingga Jajanan Kaki Lima Legendaris

Tahu gejrot Cirebon di atas piring gerabah dengan kuah sambal dan irisan bawang
Sejarah tahu gejrot populer sejak 1950-an, lahir dari buruh pabrik tahu Tiongkok di Desa Jatiseeng, kini jadi jajanan legendaris khas Cirebon dengan kuah pedas manis khas
0 Komentar

Asal Usul Nama “Gejrot”: Tiga Versi Cerita

Nama “gejrot” yang unik ternyata memiliki beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat. Berikut adalah tiga penjelasan yang paling populer :

1. Dari Bunyi Kuah yang “Digejrotkan”

Versi yang paling umum diterima adalah berasal dari kebiasaan para penjual yang menaruh air gula merah dalam botol atau gendul . Saat penyajian, bumbu-bumbu diulek di atas piring gerabah, lalu disiram dengan air gula merah yang dikucurkan dari botol berlubang kecil . Karena air gula merah harus dihentak-hentakkan atau “digejrotkan” agar keluar, maka muncullah bunyi “jrot-jrot-jrot” . Dari bunyi itulah, makanan ini kemudian dinamai tahu gejrot .

2. Dari Rasa Pedas yang “Ngagejrot”

Versi kedua menyebutkan bahwa nama “gejrot” berasal dari rasa pedas yang luar biasa. Dalam bahasa Cirebon, kata ngagejrot atau ngaguar berarti sangat pedas hingga terasa seperti “menyengat” atau “meledak” di lidah . Sensasi pedas yang khas dari cabai rawit inilah yang kemudian melekat pada nama makanan ini.

Baca Juga:7 Rekomendasi Tempat Tahu Gejrot di Cirebon Paling Enak, Rasanya Nagih dan Autentik!Cara Membuat Tahu Gejrot : Eksplorasi Makanan Cirebon dengan Cita Rasa yang Khas Berbahan Dasar Tahu

3. Dari Insiden Pedagang yang Terjatuh

Cerita ketiga menyebutkan bahwa nama “gejrot” berasal dari kejadian seorang pedagang yang memikul dagangannya di jalan setapak yang licin. Saat terjatuh, dagangannya “ngagejrot” atau tumpah berhamburan. Meski terdengar sebagai cerita rakyat yang lucu, versi ini tidak sepopuler dua penjelasan sebelumnya .

Keunikan Tahu Gejrot dan Cara Penyajiannya

Tahu gejrot memiliki ciri khas yang membedakannya dari olahan tahu lainnya. Bahan utamanya adalah tahu gembos atau tahu kulit yang didatangkan khusus dari Cirebon. Tahu ini memiliki tekstur yang agak kasar dan rasa yang tawar, berbeda dengan tahu Sumedang yang lebih lembut . Sebelum digoreng, tahu biasanya direndam dalam air garam selama sekitar 20 menit agar bumbu lebih meresap .

Yang membuat tahu gejrot begitu istimewa adalah kuah sambalnya yang unik. Kuah ini dibuat dari campuran cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, gula merah, dan garam, dengan tambahan air asam, air, dan kecap manis . Semua bumbu diulek kasar di atas piring gerabah kecil, lalu disiram dengan kuah gula merah dari botol . Tahu goreng yang sudah dipotong-potong kemudian diletakkan di atas piring, dan kuah sambal pun disiramkan di atasnya.

0 Komentar