Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong pengembangan jagung pipil melalui program nasional yang bekerja sama dengan Polri. Program ini diarahkan untuk memperluas pemanfaatan lahan nonirigasi sekaligus menambah pasokan bahan baku pakan ternak.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyebut jagung pipil bukan merupakan komoditas unggulan daerah. Meski demikian, tanaman ini memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan bahan baku pakan ternak melalui program nasional yang melibatkan Kementerian Pertanian dan Polres Cirebon.
Penanaman dilakukan di lahan nonirigasi yang tidak diprioritaskan untuk tanaman padi. Lokasinya tersebar di Paseleman, Dukupuntang, Gempol, dan Ciwaringin.
Baca Juga:Budidaya Lele Kelompok Perikanan Akar Bahar – VideoAtasi Banjir Langganan Di Blok Kroya Gebang Ilir – Video
Hingga pertengahan tahun ini luas tanam mencapai tiga ratus lima hektare. Dua ratus tujuh puluh empat hektare di antaranya telah dipanen dengan total produksi sekitar seribu tiga ratus enam puluh enam ton yang dipasarkan langsung oleh petani kepada pabrik pengolahan pakan ternak maupun pedagang pengumpul.
Dinas Pertanian menjelaskan produksi jagung pipil lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri pakan ternak secara menyeluruh. Karena itu, dampaknya terhadap penurunan harga daging ayam maupun sapi belum terlihat secara langsung. Namun peningkatan produksi dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan baku pakan ternak.
Pemerintah berharap program nasional ini mampu meningkatkan produktivitas lahan nonirigasi di Kabupaten Cirebon. Sekaligus memberikan alternatif pendapatan bagi petani tanpa mengganggu produksi padi sebagai komoditas utama ketahanan pangan daerah.