Indonesia Kantongi Rating Utang AAA di China, Perkuat Kepercayaan Investor Global

Utang
Hutang yang bertumpuk akan membuat anda terjerat dilubang yang mengerikan. Foto: Radar Jombang/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Indonesia mencatatkan pencapaian penting di pasar keuangan internasional setelah memperoleh peringkat utang AAA dengan prospek stabil (AAA/Stable) dari lembaga pemeringkat Lianhe Credit Rating di China. Rating tertinggi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah menjelang penerbitan Panda Bond, yaitu surat utang dalam mata uang yuan yang dipasarkan di pasar keuangan China.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa peringkat AAA menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar obligasi internasional.

Raih Peringkat Tertinggi di Pasar China

Peringkat AAA merupakan level tertinggi dalam sistem pemeringkatan kredit domestik di China. Dengan predikat tersebut, Indonesia dinilai memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah sehingga peluang menarik minat investor institusi di Negeri Tirai Bambu semakin besar.

Baca Juga:BI Buka Suara Soal Utang Indonesia Rp7.660 Triliun, Begini Kondisinya SekarangOJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Terus Bertambah, Kini Capai Rp103,73 Triliun

Purbaya bahkan menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil yang “mentok atas” atau berada di level tertinggi. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih mendapat kepercayaan dari lembaga pemeringkat internasional.

Modal Penting Terbitkan Panda Bond

Rating AAA menjadi salah satu syarat penting sebelum pemerintah menerbitkan Panda Bond, yakni obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar modal China.

Pemerintah dijadwalkan menerbitkan Panda Bond pada pekan ini dengan target penghimpunan dana sekitar US$1 miliar atau setara kurang lebih 7 miliar yuan, tergantung kondisi pasar saat penerbitan berlangsung. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memperluas sumber pendanaan pemerintah.

Perluas Basis Investor

Masuknya Indonesia ke pasar obligasi China dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas basis investor global. Selama ini pemerintah lebih banyak menerbitkan surat utang di pasar Amerika Serikat, Jepang, maupun Eropa.

Melalui Panda Bond, Indonesia memiliki peluang menjangkau investor institusi di China yang dikenal memiliki likuiditas besar. Diversifikasi sumber pembiayaan juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan fiskal di tengah dinamika ekonomi global.

0 Komentar