Di tengah pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang berdampak pada berkurangnya bantuan untuk daerah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon mengambil langkah proaktif dengan memperkuat Gerakan Wakaf Buku. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk terus menambah koleksi bacaan bagi perpustakaan dan pegiat literasi di wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Mohamad Ferry Afrudin, menyampaikan bahwa Gerakan Wakaf Buku sebenarnya telah berjalan secara rutin sejak tahun 2021. Gerakan ini secara khusus melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Program tersebut menjadi bentuk partisipasi bersama untuk memperkaya koleksi bacaan. Dengan jumlah ASN yang mencapai sekitar 17.000 orang, potensi buku yang terkumpul sangat besar. Apabila setiap ASN menyumbangkan dua buku saja, jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu eksemplar.
Baca Juga:Warga Kampung Pecantilan Tawangsari Berharap Jembatan Segera Diperbaiki – VideoKPM UI BBC Usung AI Dan Kearifan Lokal Untuk Bangun Desa Berdampak – Video
Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 21.887 ASN telah berpartisipasi dalam gerakan ini. Dari partisipasi tersebut, berhasil terkumpul sebanyak 6.743 eksemplar buku yang kemudian langsung disalurkan kepada para pegiat literasi dan berbagai perpustakaan di wilayah Kabupaten Cirebon.
Meski pemangkasan anggaran Perpusnas berpotensi menghambat pembangunan serta pengadaan sarana dan prasarana fisik, Disarpus Kabupaten Cirebon memastikan upaya peningkatan minat baca masyarakat akan terus berjalan. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi, optimalisasi Gerakan Wakaf Buku, serta penyelenggaraan layanan Perpustakaan Keliling (Pusling) dan pelayanan baca saat Car Free Day (CFD) maupun akhir pekan.