RADARCIREBON.TV – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026) bak roller coaster. Setelah sempat melesat ke level 6.454 di sesi pertama, indeks justru berbalik arah dan ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31 .
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 19,16 poin atau 0,30 persen pada penutupan perdagangan . Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.306,65 hingga 6.437,20 . Meski ditutup merah, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,94 triliun dan volume 63,32 miliar saham .
Saham Bank Jumbo dan Astra Jadi Pemberat
Pelemahan IHSG hari ini terutama disebabkan oleh tekanan pada saham-saham sektor keuangan yang merupakan bobot terbesar di indeks . Sektor finansial tercatat turun 0,89 persen .
Baca Juga:Jogja Scooter Parade 2026 Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Target 4.500 Skuter dan Lucky Draw 2 Unit!IHSG Hari Ini 22 Juli 2026 Ditutup Melemah Tipis 0,09% ke 6.334, Reli Terhenti Jelang RDG BI
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling membebani IHSG setelah terkoreksi 3,46 persen ke Rp 6.275 dan memangkas nyaris 20 poin indeks . Saham PT Astra International Tbk (ASII) juga turut menekan dengan penurunan 2,91 persen ke Rp 5.000, bersama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang juga melemah .
Di sisi lain, sektor properti justru menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 3,13 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,52 persen . Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bahkan menjadi top gainer di LQ45 dengan kenaikan 8,93 persen .
Harga Minyak dan Konflik Global Bayangi Pasar
Menurut analis Phintraco Sekuritas, kenaikan harga minyak mentah yang bertahan di level tertinggi dalam enam pekan terakhir menjadi pemicu utama sikap hati-hati investor . Harga minyak WTI dan Brent masing-masing naik di atas US$89 dan US$97 per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah .
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 di sesi pertama sebenarnya menjadi sinyal positif bagi tren jangka pendek . Namun, pelemahan di akhir sesi membuat indeks kembali menguji area support di 6.300 . Jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, berpotensi menguji support berikutnya di 6.200-6.250 .
Seperti diketahui, IHSG sebelumnya berhasil mencatatkan reli 10 hari beruntun dan sempat menembus level 6.400 . Namun, pelemahan dalam dua hari terakhir menunjukkan pelaku pasar mulai mengambil posisi wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas .
