IHSG Tiba-Tiba Balik Arah dari 6.454 ke 6.315, Saham BBCA dan ASII Jadi Pemberat!

Grafik pergerakan IHSG pada 23 Juli 2026 yang sempat menyentuh 6.454 sebelum ditutup melemah ke 6.315
IHSG berbalik arah pada perdagangan Kamis (23/7/2026), dari level 6.454 di sesi pertama menjadi 6.315 di penutupan, ditopang tekanan saham BBCA dan ASII. (Pexels)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026) bak roller coaster. Setelah sempat melesat ke level 6.454 di sesi pertama, indeks justru berbalik arah dan ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31 .

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 19,16 poin atau 0,30 persen pada penutupan perdagangan . Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.306,65 hingga 6.437,20 . Meski ditutup merah, aktivitas perdagangan tetap ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,94 triliun dan volume 63,32 miliar saham .

Saham Bank Jumbo dan Astra Jadi Pemberat

Pelemahan IHSG hari ini terutama disebabkan oleh tekanan pada saham-saham sektor keuangan yang merupakan bobot terbesar di indeks . Sektor finansial tercatat turun 0,89 persen .

Baca Juga:Jogja Scooter Parade 2026 Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Target 4.500 Skuter dan Lucky Draw 2 Unit!IHSG Hari Ini 22 Juli 2026 Ditutup Melemah Tipis 0,09% ke 6.334, Reli Terhenti Jelang RDG BI

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling membebani IHSG setelah terkoreksi 3,46 persen ke Rp 6.275 dan memangkas nyaris 20 poin indeks . Saham PT Astra International Tbk (ASII) juga turut menekan dengan penurunan 2,91 persen ke Rp 5.000, bersama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang juga melemah .

Di sisi lain, sektor properti justru menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 3,13 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,52 persen . Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bahkan menjadi top gainer di LQ45 dengan kenaikan 8,93 persen .

Harga Minyak dan Konflik Global Bayangi Pasar

Menurut analis Phintraco Sekuritas, kenaikan harga minyak mentah yang bertahan di level tertinggi dalam enam pekan terakhir menjadi pemicu utama sikap hati-hati investor . Harga minyak WTI dan Brent masing-masing naik di atas US$89 dan US$97 per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah .

Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 di sesi pertama sebenarnya menjadi sinyal positif bagi tren jangka pendek . Namun, pelemahan di akhir sesi membuat indeks kembali menguji area support di 6.300 . Jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, berpotensi menguji support berikutnya di 6.200-6.250 .

Seperti diketahui, IHSG sebelumnya berhasil mencatatkan reli 10 hari beruntun dan sempat menembus level 6.400 . Namun, pelemahan dalam dua hari terakhir menunjukkan pelaku pasar mulai mengambil posisi wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas .

0 Komentar