104 Nyawa Melayang di Cirebon Timur dalam Setahun, ETLE Tembak 378 Pelanggar! Helm SNI Masih Jadi Musuh Utama

Petugas Satlantas Polresta Cirebon melakukan operasi ETLE Hand Held di wilayah timur Cirebon
Satlantas Polresta Cirebon menggencarkan operasi ETLE Hand Held di wilayah timur Cirebon untuk menekan angka kecelakaan yang mencapai 104 korban jiwa sepanjang 2025. (Dok. Polresta Cirebon)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Deru knalpot bising dan pengendara tanpa helm masih menjadi pemandangan sehari-hari di jalanan Cirebon Timur. Tapi di balik pemandangan itu, ada fakta memilukan: 104 orang kehilangan nyawa di jalan raya wilayah timur Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2025 lalu. Angka ini menjadi alarm keras bahwa keselamatan berlalu lintas masih diabaikan banyak orang.

Satlantas Polresta Cirebon pun tak tinggal diam. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, petugas telah menindak 378 pelanggaran menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Hand Held. Operasi ini menyasar titik-titik rawan kecelakaan dan pelanggaran di wilayah timur Kabupaten Cirebon .

Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, mengungkapkan bahwa dalam waktu dua jam operasi, petugas bisa menemukan sekitar 50 pelanggaran. “Mayoritas pelanggar tidak menggunakan helm SNI dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa operasi ini bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan nyawa .

Baca Juga:7 Ide Bekal Anak Sekolah yang Nggak Ngebosenin, Dijamin Dimakan Habis!Jangan Cuma Nasi Putih! Ini 7 Makanan Penstabil Gula Darah yang Wajib Ada di Dapur Anda

Angka Kecelakaan Masih Mengkhawatirkan

Data Satlantas Polresta Cirebon mencatat, sepanjang 2025 terjadi 323 kecelakaan di wilayah timur Kabupaten Cirebon (di luar wilayah Mundu/Ciko). Akibatnya, 104 orang meninggal dunia, 77 luka berat, dan lebih dari 1.000 orang luka ringan .

Tiga wilayah dengan jumlah kecelakaan tertinggi adalah Gempol (89 kejadian), Depok (86 kejadian), dan Gebang (64 kejadian) . Memasuki semester pertama 2026, situasi belum menunjukkan penurunan signifikan. Januari-Juni 2026 tercatat 117 kecelakaan dengan 41 korban meninggal, 45 luka berat, dan 489 luka ringan .

Helm SNI Masih Jadi Musuh Utama

Hasil evaluasi Satlantas menunjukkan sebagian besar pelanggaran berasal dari kebiasaan yang dianggap sepele oleh masyarakat. Masih banyak pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak memakai helm SNI, menggunakan knalpot tidak standar, hingga membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor .

AKP Yudha menegaskan bahwa cedera kepala menjadi salah satu penyebab utama kematian dalam kecelakaan. “Helm bukan sekadar untuk menghindari tilang, tetapi untuk melindungi kepala ketika terjadi benturan. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan karena takut ditindak,” tegasnya .

Operasi lalu lintas pun diprioritaskan di wilayah dengan tingkat pelanggaran dan kecelakaan tinggi, seperti Gebang, Astanajapura, Lemahabang, Ciledug, Pabuaran, Waled, dan Losari .

0 Komentar