4. Sate Kalong: Kelezatan dari Malam Hari
Sate di Cirebon punya varian unik bernama Sate Kalong. Jangan khawatir, sate ini bukan terbuat dari daging kalong (kelelawar). Namanya muncul karena penjualnya mulai berjualan di malam hari, menyerupai kebiasaan kalong yang aktif saat gelap . Sate Kalong terbuat dari daging kerbau yang dipotong dadu, kemudian dibakar dengan bumbu kacang manis. Rasanya gurih, manis, dan sedikit berlemak, memberikan pengalaman berbeda dari sate pada umumnya . Lokasi populer untuk menikmati sate ini ada di Jalan Lemah Wungkuk .
5. Besengek Ayam: Panggang Dulu, Baru Dibumbui
Terakhir, ada Besengek Ayam. Hidangan ini dimulai dengan ayam yang dipanggang atau digoreng terlebih dahulu hingga matang, lalu dimasak kembali dalam kuah santan berbumbu halus seperti kunyit, ketumbar, kemiri, dan jintan . Proses ini menghasilkan daging ayam yang gurih dan kuah yang kaya rempah, jauh berbeda dengan opor ayam biasa. Sering kali dihidangkan dalam acara-acara spesial seperti pernikahan dan selamatan di Cirebon .
Cirebon, Surga bagi Pecinta Kuliner
Kelima kuliner di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan rasa yang dimiliki Cirebon. Ada pula hidangan lain yang tak kalah menarik, seperti Sega Lengko, Kerupuk Mlarat, Kue Tapel, hingga Es Cuwing yang menyegarkan .
Baca Juga:Asal Usul Empal Asem Cirebon: Hidangan Segar dari Akulturasi Budaya dan Inovasi KulinerKisah Menarik Asal Usul Bakso: Perjalanan Kuliner yang Mendunia
Jika Anda berkunjung ke Cirebon, jangan hanya berhenti di empal gentong atau nasi jamblang. Luangkan waktu untuk menjelajahi sudut kota dan menemukan warung-warung legendaris yang menyajikan hidangan autentik ini. Setiap suapan akan membawa Anda merasakan sejarah dan cita rasa budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Selamat berburu kuliner .
