Longsor di tepi Sungai Cimanuk, tepatnya di Blok Gumiwang Utara, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, terus mengkhawatirkan warga. Pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir kini mengancam puluhan rumah. Warga mendesak pemerintah segera melakukan penanganan permanen sebelum musim hujan kembali tiba.
Beginilah kondisi longsor di tepi Sungai Cimanuk, Blok Gumiwang Utara, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu.
Tanah di bantaran sungai terus bergerak dan longsor, hingga menggerus lahan milik warga. Ketua RW 04 Sukagumiwang, Karman, mengatakan pergerakan tanah mulai terjadi setelah banjir besar pada tahun 2021.
Baca Juga:Kemarau Mengancam, 8 Ribu Hektare Sawah Indramayu Mulai Dihantui Kekeringan – VideoSungai Jadi Tempat Pembuangan Sampah Dan Limbah, Pemkot Cirebon Bentuk Satgas Peduli – Video
Saat air Sungai Cimanuk surut, tanah di sekitar tanggul mulai ambles. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga sampai sekarang, menyebabkan pergeseran tanah dan longsoran semakin meluas.
Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi dihantui rasa khawatir, terutama saat hujan turun.
Warga mengaku rumah yang ditempatinya telah beberapa kali mengalami retak dan kemiringan akibat pergerakan tanah.
Untuk mengurangi risiko, warga secara swadaya membuat tanggul darurat menggunakan tanah urugan dan bambu. Namun upaya tersebut belum mampu menghentikan pergerakan tanah.
Saat ini, sedikitnya 45 rumah warga yang berada di RT 01 dan RT 02 diperkirakan berada dalam ancaman langsung akibat pergerakan tanah.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penanganan permanen di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk.
Penanganan diharapkan tidak hanya menghentikan longsor, tetapi juga memberikan rasa aman bagi ratusan kepala keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.
Baca Juga:Desa Babakan Ciwaringin Berhasil Kelola Sampah Secara Mandiri – Video‎Belanja Pegawai Tekan APBD, BKAD Siapkan Strategi Jaga Fiskal Cirebon – Video
Warga berharap penanganan permanen dapat direalisasikan pada musim kemarau, sebelum intensitas hujan kembali meningkat dan memperparah kondisi longsoran.