Wacana tes urine bagi pelajar kini kembali menjadi perhatian menyusul wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh siswa SMA dan SMK. Namun, tes urine jangan sampai hanya menjadi formalitas, atau sekadar menghabiskan anggaran.
Wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan tes urine seluruh siswa SMA dan SMK se-Jawa Barat, mendapat dukungan dari SMAN 2 Cirebon. Pihak sekolah mengaku telah bekerja sama dengan BNN Kota Cirebon untuk melakukan tes urine sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan di kalangan pelajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Cirebon, Deddy Setiawan, menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh siswa. Bukan hanya kelas sepuluh.
Baca Juga:DPRD Indramayu Setujui KUA-PPAS APBD 2027 – VideoKakek 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Didalam Rumah – Video
Pihak sekolah juga menegaskan. Hasil tes urine positif tidak serta-merta membuat siswa dicap sebagai pengguna narkoba. Sebab, sejumlah obat yang dikonsumsi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Sekolah akan melakukan klarifikasi dengan siswa dan orang tua. Termasuk meminta resep atau bukti obat yang dikonsumsi.
Pemeriksaan dan hasilnya juga dijaga kerahasiaannya. Tes urine pelajar diharapkan tidak berhenti sebagai formalitas, atau sekadar menghabiskan anggaran. Pemeriksaan harus diikuti dengan edukasi, pendampingan, dan langkah nyata jika ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.
Sebab, tujuan utamanya bukan sekadar menghasilkan angka hasil tes, melainkan memastikan pelajar terlindungi dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus mencegah agar masalah tidak berkembang menjadi lebih serius.