Permahi : Bupati Jangan Sembunyi Dibalik Topeng Seleksi, Jurus Lempar Batu Sembunyi Tangan Sudah Tak Zaman

Muhammad Rizky Firmansyah
Muhammad Rizky Firmansyah
0 Komentar

RADARCIREBON.TV — Proses seleksi calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon mulai mendapat sorotan. Dari tujuh orang yang mendaftar, lima dinyatakan lolos administrasi dan seluruhnya masih melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas proses penyaringan yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel-red).

Sorotan itu disampaikan Eks Direktur LKBH Permahi DPC Cirebon Raya, Muhammad Rizky Firmansyah, SH. Ia mempertanyakan mengapa proses seleksi belum menunjukkan penyusutan kandidat yang signifikan setelah tahapan administrasi.

Baca Juga:Seleksi Direksi PDAM Cirebon Disorot: Lima Peserta UKK, Lima-Limanya Lolos ke Wawancara BupatiSeleksi BUMD Cirebon 2026, Hilman Mundur! Rodiyah Absen! Ini Nama-Nama yang Berpeluang Masuk Tiga Besar

Menurut Rizky, seleksi Direksi BUMD seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif. Tahapan seleksi harus menjadi ruang untuk benar-benar menyaring kandidat berdasarkan kompetensi, pengalaman, integritas dan kemampuan memimpin perusahaan.

“Kenapa yang mendaftar tujuh, kemudian yang lolos administrasi lima, tetapi semuanya kembali diloloskan untuk mengikuti tahapan berikutnya? Pertanyaannya, fungsi penyaringan itu ada di mana?” ujar Rizky.

Ia menilai, dengan hanya menyisakan lima kandidat, seharusnya Pansel dapat melakukan pemetaan dan penyaringan lebih tajam berdasarkan hasil uji kompetensi maupun rekam jejak masing-masing peserta.

“Kalau memang kelima-limanya terbaik dan layak, tentu harus dijelaskan parameternya. Tetapi kalau ada proses penilaian, masyarakat juga berhak tahu bagaimana proses tersebut menghasilkan kandidat terbaik,” katanya.

Rizky menegaskan, persoalan tersebut menjadi penting karena Perumda Tirta Jati memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, Direktur PDAM ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu menjawab persoalan cakupan layanan, kontinuitas pasokan, kualitas pelayanan, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), efisiensi jaringan, hingga penguatan kondisi keuangan perusahaan.

“Ini bukan memilih kepala bidang atau pejabat biasa. Ini memilih orang yang akan memimpin perusahaan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, proses seleksinya harus benar-benar serius,” tegasnya.

Baca Juga:Bupati Cirebon Tantang Calon Direksi Baru BUMD, Cari Terobosan Pendapatan Hingga Optimalisasi Pengolahan AirGroundbreaking Chingluh di Cirebon: Investasi Besar, 20 Ribu Tenaga Kerja Jadi Harapan atau Sekadar Janji?

Rizky juga mempertanyakan kinerja Pansel dalam menjalankan fungsi seleksi. Ia mengingatkan bahwa Pansel tidak boleh hanya menjadi pelaksana tahapan administratif dan ujian, tetapi harus mampu memastikan proses tersebut menghasilkan kandidat yang benar-benar kompeten.

0 Komentar