Bambang Mujiarto : Pendidikan Demokrasi Bukanlah Untuk Memilih Siapa Tapi Memahami Mengapa Seseorang Memilih

Pendidikan Demokrasi di SMA 4
Pendidikan Demokrasi di SMA 4 bersama Bambang Mujiarto ST
0 Komentar

Dengan demikian, ketika kelak berada di dalam bilik suara, keputusan politik yang diambil bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tekanan, bukan semata karena popularitas, dan bukan hanya karena informasi yang beredar di media sosial.

Tetapi karena mereka memahami pilihan tersebut. Dari ruang kelas, demokrasi seharusnya melahirkan warga negara yang sadar. Dari pemilih pemula, demokrasi seharusnya melahirkan pemilih yang rasional. Dan dari pemilu, lahirlah pemerintahan yang memperoleh mandat berdasarkan kehendak rakyat.

Pertemuan Bambang dengan siswa SMA Negeri 4 Kota Cirebon akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pendidikan. Ia menjadi ruang untuk memperkenalkan wajah lain dari politik: bahwa politik tidak selalu identik dengan perebutan kekuasaan.

Baca Juga:Diskusi Ketua Komisi II Jabar Bambang Mujiarto dan Mahasiswa Pecinta Alam – VideoSatu Dekade MSP Indonesia, Bambang: Bertani, Berdaulat Pangan dan Strategi Canggih Pertahanan Non-Militer

Politik juga berbicara tentang pelayanan publik, kebijakan, anggaran, pengawasan, aspirasi dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Dan ketika generasi muda mulai memahami seluruh proses tersebut, demokrasi tidak lagi hanya menjadi istilah yang muncul setiap lima tahun.

Demokrasi menjadi pengetahuan. Demokrasi menjadi kesadaran. Dan pada akhirnya, demokrasi menjadi tanggung jawab bersama.

0 Komentar