Amran Akui Harga Beras Naik, Ini Sejumlah Faktor Penyebabnya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers soal kenaikan harga beras.
 Mentan Amran akui harga beras naik, pemerintah percepat bantuan pangan dan tambah SPHP 1 juta ton. (Foto: Dok. Republika)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui harga beras mengalami kenaikan meski sebelumnya komoditas tersebut tidak lagi menjadi penyumbang inflasi. Ia kemudian membedah sejumlah faktor yang berkaitan dengan kenaikan harga tersebut. Amran mengatakan kenaikan harga beras diketahui dalam rapat pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri. Pemerintah langsung mengevaluasi kondisi tersebut untuk menjaga harga beras tetap terkendali sekaligus melindungi kepentingan petani dan konsumen.

Pemerintah Percepat Bantuan Pangan dan Tambah SPHP

“Kemudian, ada satu masalah di tengah kita ini, harga beras menurut Mendagri, rapat inflasi, itu ada kenaikan sedikit. Sebelumnya beras bukan lagi penyumbang inflasi, tapi begitu ada kenaikan kita coba membedah. Kenapa ada kenaikan? Kita bedah,” kata Mentan dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran menjelaskan salah satu langkah pemerintah ialah mempercepat bantuan pangan kepada 33,4 juta rumah tangga. Percepatan tersebut dilakukan atas perintah Presiden untuk memastikan bantuan pangan segera diterima masyarakat. “Pertama kita lakukan, ada bantuan pangan gratis. Bantuan pangan untuk 33,4 juta rumah tangga, orang. Rumah tangga. Nah ini kita lakukan, kita melakukan percepatan. Itu dari perintah Bapak Presiden,” ujar dia.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026, Cek Cara Nonton GratisUsai Dilantik, Menkeu Suahasil Instruksikan Bea Cukai 'Gempur Terus' Rokok Ilegal

Langkah berikutnya dilakukan melalui penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah memutuskan menambah pasokan SPHP sebanyak 1 juta ton untuk digunakan dalam operasi pasar agar kenaikan harga beras dapat ditekan. “Yang kedua adalah SPHP. Kita tambah 1 juta ton. Ini yang kemarin tinggal sedikit, kita tambah, kita sudah putuskan tambah 1 juta ton. Ini kita lakukan operasi pasar, supaya jangan harga naik,” kata Amran.

Jaga Harga di Tingkat Petani dan Konsumen

Menurut tokoh yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini, pemerintah perlu menjaga harga beras dari dua sisi. Harga di tingkat petani harus tetap terjaga agar tidak turun drastis, sedangkan harga yang dibayar konsumen juga perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi. “Nah kita harus jaga dua-duanya. Petani kita jaga harganya supaya jangan turun drastis, konsumen 286 juta kita jaga juga harganya jangan sampai tinggi, terlalu tinggi,” ujar Amran.

0 Komentar