Amran Akui Harga Beras Naik, Ini Sejumlah Faktor Penyebabnya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers soal kenaikan harga beras.
 Mentan Amran akui harga beras naik, pemerintah percepat bantuan pangan dan tambah SPHP 1 juta ton. (Foto: Dok. Republika)
0 Komentar

Ia menyebut terdapat sekitar 116 juta petani padi yang kepentingannya perlu dijaga bersama dengan konsumen. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan petani maupun masyarakat. Keseimbangan ini menjadi kunci agar sektor pertanian tetap bergairah sekaligus daya beli masyarakat tetap terjaga.

Dugaan Ketidakwajaran Harga Beras Fortifikasi

Dalam evaluasi tersebut, Amran juga menemukan faktor lain berupa harga beras yang dinilai tidak wajar. Ia mengaitkannya dengan dugaan peralihan persoalan dari beras premium ke produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. “Nah ternyata ada dugaan beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya,” kata dia.

Amran menyoroti harga produk tersebut yang jauh lebih tinggi dari harga yang seharusnya. Menurut dia, ada produk yang semestinya dijual sekitar Rp13.500 per kilogram, tetapi ditemukan dijual hingga Rp57.000 per kilogram. “Harusnya harganya Rp13.500 tapi ada yang dijual sampai Rp57.000 per kilogram. Dan rata-rata kenaikannya, bukan kenaikan ya, maaf, mungkin ini agak kasar dikit, penipuan, Rp22.000 per kilogram rata-rata,” tuturnya.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026, Cek Cara Nonton GratisUsai Dilantik, Menkeu Suahasil Instruksikan Bea Cukai 'Gempur Terus' Rokok Ilegal

Ia menegaskan persoalan harga tersebut tidak dapat dilepaskan dari tujuan program fortifikasi. Beras fortifikasi ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, masyarakat dengan persoalan stunting, dan masyarakat miskin sehingga harga yang terlalu tinggi dapat menghambat tujuan program. Amran mengatakan pemerintah akan terus melakukan intervensi untuk menjaga keseimbangan harga beras. Tambahan 1 juta ton SPHP disiapkan untuk operasi pasar, sementara percepatan bantuan pangan dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah juga terus menelusuri dugaan ketidakwajaran pada beras fortifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan temuan di lapangan.

0 Komentar