Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon menggelar program Sekolah Demokrasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda dalam politik dan demokrasi. Program ini melibatkan tujuh puluh peserta dari lima puluh lima sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon menggelar program Sekolah Demokrasi sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menyambut tahapan Pemilu mendatang. Kegiatan ini dilandasi pertimbangan normatif, empiris, dan sosiologis terkait kondisi demokrasi dan partisipasi masyarakat.
Secara empiris, KPU melihat adanya kesenjangan partisipasi pemilih antara Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Cirebon. Pada Pemilu, partisipasi pemilih tercatat sekitar delapan puluh satu persen. Sementara pada Pilkada, angkanya turun menjadi lima puluh sembilan koma empat puluh sembilan persen.
Baca Juga:MPA Aktifkan Embung Cegah Karhutla Ciremai – Video‎DPRD Dorong Tindak Lanjut Persoalan Daerah – Video
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi demokrasi, khususnya bagi generasi muda. Melalui Sekolah Demokrasi, sebanyak tujuh puluh peserta dari lima puluh lima sekolah dibekali berbagai pengetahuan tentang demokrasi. Peserta berasal dari berbagai segmentasi sekolah di wilayah Kabupaten Cirebon.
Sejumlah materi telah diberikan, mulai dari sistem Pemilu, cara memilah informasi dan menangkal hoaks, sistem data pemilih, hingga pengetahuan tentang demokrasi di masyarakat. Peserta juga akan mendapatkan pembekalan praktik melalui simulasi dan penyusunan rencana tindakan.
Program ini diharapkan melahirkan agen-agen demokrasi yang mampu menyebarkan pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya. Mereka juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan berbagai unsur, termasuk lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.