Rumah salah seorang guru honorer SLB, di sekitar Kalitanjung Kota Cirebon, nyaris ambruk. Bangunan rumah semi permanen, mulai alami kemiringan sekitar 50 centimeter.
Kondisi memprihatinkan dialami seorang guru honorer Sekolah Luar Biasa, SLB Sri Handayani yang tinggal di Kalitanjung Timur, RT 002 RW 004, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.
Rumah semi permanen yang ditempatinya nyaris ambruk, mengalami kemiringan hingga sekitar 50 sentimeter dan dinilai sudah tidak layak huni. Sri Handayani merupakan tenaga pengajar di SLB Mutiara Bunda Losari, Cirebon sejak Juli 2022, untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus dengan penghasilan 750 ribu per bulan sehingga belum mampu untuk memperbaiki rumah tinggalnya.
Baca Juga:Kejaksaan Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tipikor Perumda BPR Bank Cirebon – VideoRencana Perpindahan Pegawai Setda Ke GCM Tertunda – Video
Di balik pengabdiannya, Sri harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya semakin mengkhawatirkan. Rumah yang dibangun pada akhir tahun 2011 tersebut belum pernah direnovasi, seiring waktu, bangunan mengalami kemiringan cukup parah terutama di bagian kiri atau area kamar. Sejumlah material seperti kayu sudah banyak yang keropos, sehingga meningkatkan risiko rumah roboh sewaktu-waktu.
Dengan kondisi tersebut, Sri mengaku sering kesulitan tidur karena khawatir rumahnya ambruk secara tiba-tiba, dan untuk mengurangi risiko, rumah tersebut saat ini hanya disangga bambu secara sederhana. Bahkan jika cuaca angin kencang dan hujan deras, kerap mengungsi ke rumah saudaranya.