Meski masih beroperasi setiap hari, pengemudi angkutan kota di Cirebon mengaku pendapatan mereka tidak lagi sebesar dahulu. Kehadiran transportasi online disebut menjadi salah satu penyebab menurunnya minat masyarakat menggunakan angkot.
Di tengah perkembangan transportasi online yang sudah menjamur, masih ada beberapa angkot di Kota Cirebon yang masih bertahan untuk melayani masyarakat. Namun, para pengemudi mengaku kondisi usaha angkot saat ini jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu.
Salah seorang sopir angkot, Suminta, mengatakan dirinya telah mengemudikan angkot sejak tahun 1996. Menurutnya, masa kejayaan angkot mulai menurun sekitar tahun 2012 dan semakin terasa setelah layanan transportasi online mulai beroperasi.
Baca Juga:Pemerintah Dorong Kemudahan Akses Solar Subsidi Bagi Nelayan – VideoBocah 5 Tahun Ditemukan Menangis Sendirian – Video
Sebelum hadirnya transportasi online, pendapatan sopir angkot dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun kini, penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk bertahan setelah memenuhi kewajiban setoran kendaraan.
Meski demikian, Suminta tetap bersyukur karena masih dapat bekerja setiap hari. Menurutnya, waktu paling ramai penumpang terjadi pada saat jam berangkat maupun pulang sekolah. Keberadaan pelajar masih menjadi salah satu sumber penumpang utama bagi angkutan kota.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan transportasi online, ia berharap angkutan kota tetap dapat bertahan dan terus menjadi pilihan transportasi masyarakat.