Kesehatan Warga Sekitar TPAS Jadi Perhatian – Video

Kesehatan Warga Sekitar TPAS Jadi Perhatian
0 Komentar

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon mengklaim terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) guna menjaga kualitas kesehatan masyarakat di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS). Perhatian khusus ini juga menyasar para pemulung yang selama ini menggantungkan sumber kehidupannya di lokasi pembuangan tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini telah mengantongi basis data akurat mengenai jumlah pemulung yang aktif beraktivitas di TPAS. Menurutnya, para pemulung tersebut secara berkala terus diberikan edukasi intensif mengenai keselamatan kerja serta didorong untuk beralih ke sektor pekerjaan formal atau membangun usaha mikro mandiri yang lebih layak secara bertahap.

Terkait pemenuhan jaminan kesehatan, Dede menyebutkan bahwa sinergi lintas dinas antara DLH, Dinsos, dan Dinkes sangat krusial untuk memastikan seluruh warga di sekitar wilayah operasional TPAS mendapat atensi medis. Upaya ini di antaranya mencakup pemetaan dan jaminan kemudahan akses terhadap kepesertaan jaminan kesehatan melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:FKDC Dorong Perusahaan Penuhi Kuota Pekerja Difabel – VideoLPSK Kunjungi Korban Dugaan Penyiksaan Oknum Polisi – Video

Selain fokus pada intervensi medis, DLH juga konsisten memberikan pendampingan agar para pemulung tetap mengutamakan aspek keselamatan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) saat memilah sampah. Langkah mitigasi ini sangat mendesak dilakukan mengingat area penumpukan sampah memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja dan kontaminasi pencemaran lingkungan yang cukup tinggi.

Lebih lanjut, Dede menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pendataan berkala dan pemantauan kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar TPA. Pembaruan data tersebut dinilai menjadi kunci penting agar seluruh program perlindungan kesehatan, jaminan keselamatan, serta penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan adaptif dengan kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, menyinggung masalah parameter lingkungan, Dede menilai potensi polusi bau yang dihasilkan oleh tumpukan sampah justru cenderung lebih rendah pada musim kemarau akibat tingginya tingkat penguapan alami. Kondisi tersebut berbanding terbalik saat memasuki musim hujan, di mana tingkat kelembapan yang tinggi mempercepat proses pembusukan sampah organik dan lebih berpotensi menyebarkan aroma tidak sedap ke permukiman warga.

0 Komentar