RADARCIREBON.TV – Sebanyak 200 personel gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menyusul bentrokan yang menewaskan satu orang. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrok susulan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Pengerahan personel dilakukan setelah insiden yang terjadi pada Minggu (26/7) tersebut memicu perhatian aparat keamanan. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan proses hukum berjalan secara adil.
200 Personel Gabungan Amankan Lokasi Bentrok di Tambak Menteng
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membenarkan bahwa aparat gabungan masih berjaga di lokasi bentrokan.
Baca Juga:Kekayaan Cristiano Ronaldo Tembus Rp21,6 Triliun, Kokoh sebagai Pesepak Bola Terkaya DuniaPolisi Tangkap Pelaku Teror Bom di SD Jagakarsa, Pemeriksaan Kejiwaan Segera Dilakukan
Menurutnya, pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar situasi tidak kembali memanas.
Personel Berasal dari TNI dan Jajaran Kepolisian
Erlyn menjelaskan, sekitar 200 personel yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur keamanan, meliputi:
- Personel TNI
- Polda Metro Jaya
- Polres Metro Jakarta Pusat
- Polsek Menteng
Kehadiran aparat di lokasi diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.
Kronologi Bentrok yang Menewaskan Satu Orang
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika dua orang pemuda melintas di Jalan Tambak sambil menggeber sepeda motor hingga menimbulkan suara bising.
Berawal dari Teguran Warga
Suara knalpot yang dianggap mengganggu membuat warga sekitar menegur kedua pemuda tersebut. Namun, teguran itu tidak diterima dengan baik.
Menurut keterangan kepolisian, kedua pemuda tersebut kemudian kembali ke lokasi bersama lima orang lainnya.
Setibanya di lokasi, kelompok tersebut diduga membuat keributan, merusak sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta melakukan tindakan kekerasan terhadap warga.
Baca Juga:Tak Perlu Aplikasi Tambahan, Begini Cara Menyembunyikan Aplikasi di AndroidPerut Bisa Begah dan Kram, Ini Makanan yang Perlu Dihindari Sebelum Olahraga
Bentrokan Berlanjut hingga Lahan Kosong
Insiden tersebut memicu kemarahan warga hingga terjadi aksi saling lempar batu terhadap kelompok pemuda tersebut.
Menurut penjelasan Kapolres, bentrokan kemudian berlanjut hingga ke sebuah lahan kosong yang diduga menjadi tempat tinggal para pemuda tersebut.
Akibat peristiwa itu, satu orang berinisial K dilaporkan meninggal dunia.
