Air kelapa bukan pengganti oralit
Kandungan elektrolit sering membuat air kelapa dianggap cocok untuk mengatasi dehidrasi. Namun, komposisinya tidak sama dengan larutan rehidrasi oral atau oralit.
Penelitian terhadap anak dengan gastroenteritis ringan menemukan air kelapa muda memang mengandung glukosa dan elektrolit, tetapi komposisi elektrolitnya tidak seimbang. Para peneliti juga menyatakan air kelapa tidak cocok digunakan pada anak yang sudah mengalami dehidrasi atau mengalami gangguan fungsi ginjal.
Jadi, jika bayi mengalami diare, muntah, sulit minum, buang air kecil berkurang, tampak sangat lemas, atau menunjukkan tanda dehidrasi lainnya, air kelapa bukan pengganti penanganan medis maupun cairan rehidrasi yang direkomendasikan.
Baca Juga:Siaran Langsung Pertandingan Barcelona vs Feyenoord di Liga Champions 2026 Malam Ini, Apakah Tayang di SCTV?Punya Peran Penting! Inilah 3 Potensi Manfaat dari Air Kelapa untuk Kesehatan Ginjal
Kesimpulannya, bayi di bawah 6 bulan tidak perlu diberi air kelapa. Setelah usia 6 bulan, air kelapa bukan kebutuhan dan tidak perlu dijadikan minuman rutin. Prioritas cairan bayi tetap ASI atau susu formula, ditambah air putih setelah MPASI dimulai.
