Awali Ngunjung Buyut, Warga Mertasinga Gelar Doa di Makam Buyut Balong – Video

Awali Ngunjung Buyut, Warga Mertasinga Gelar Doa di Makam Buyut Balong
0 Komentar

Suasana khidmat menyelimuti Makam Kramat Pangeran Suryanegara, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Kamis malam. Para sesepuh, tokoh ulama, tokoh pemuda, dan warga sekitar berkumpul memanjatkan doa bersama, sekaligus mengawali rangkaian persiapan tradisi tahunan Ngunjung Buyut Mertasinga.

Doa bersama dilaksanakan di komplek Makam Kramat Pangeran Suryanegara, yang dikenal masyarakat sebagai Buyut Balong. Meski secara administratif berada di wilayah Harjamukti Kota Cirebon, makam ini menjadi pusat ziarah dan ikatan sejarah yang kuat bagi warga Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, serta warga sekitar.

Kamis 22 Oktober 2026, puluhan warga tumpah ruah di area makam. Mereka datang dengan penuh harap, agar tradisi leluhur tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi.

Baca Juga:Karhutla Gunung Ciremai Masih Sisakan 3 Titik Api – VideoKarhutla Ciremai, Pemprov Jabar Siapkan Opsi Water Bombing – Video

Kegiatan doa bersama ini menjadi tanda resmi dimulainya seluruh rangkaian persiapan menuju tradisi Ngunjung Buyut Mertasinga tahun 2026. Ngunjung Buyut bukanlah sekedar kegiatan seremonial atau pesta adat tahunan biasa. Lebih dari itu, tradisi ini mengandung tiga nilai besar, yakni nilai sejarah sebagai pengingat asal-usul desa, nilai spiritual sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, dan nilai warisan budaya yang wajib dijaga.

Kemajuan sebuah desa tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar sejarahnya. Boleh terus berkembang mengikuti zaman namun adat budaya dan penghormatan terhadap perjuangan para leluhur harus tetap hidup, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya.

SB: Pandi – Tokoh Pemuda Desa Mertasinga

Melalui doa bersama ini, warga berharap rangkaian Ngunjung Buyut tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Lebih dari itu, tradisi ini mampu menjadi perekat kerukunan, memperkuat gotong royong, serta menjadi daya tarik budaya yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Mertasinga.

Dengan menjaga tradisi, berarti menjaga identitas, menjaga persatuan, dan menghormati perjuangan para leluhur yang telah membabat desa. Setelah doa bersama, rangkaian Ngunjung Buyut Mertasinga akan dilanjutkan dengan persiapan kirab budaya, bersih desa, hingga puncak acara adat yang akan melibatkan seluruh elemen masyarakat,

Muhammad Solihin, RCTV, Cirebon.

0 Komentar