Persoalan lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar imbauan untuk menjaga kebersihan. Perubahan perilaku menjadi kunci agar pengelolaan sampah dan penggunaan energi yang bijak dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mendorong sekolah menjadi titik awal pembentukan generasi yang tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan solusi melalui program Adiwiyata.
Persoalan lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar imbauan untuk menjaga kebersihan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono mengatakan, program sekolah Adiwiyata diarahkan untuk membangun kesadaran siswa dalam mengelola lingkungan, dimulai dari ruang belajar mereka sendiri. Pembiasaan ini dinilai penting agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keseharian.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian yakni pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Siswa didorong membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sehingga sampah yang dihasilkan memiliki nilai guna dan tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.
Baca Juga:Pasien Terdampak Keracunan MBG Bertambah Hinga 432 Orang – VideoPerhutani KPH Kuningan Turunkan Belasan Personel Bantu Pemadaman Karhutla Ciremai – Video
Selain sampah, penggunaan energi juga menjadi bagian dari pembentukan perilaku ramah lingkungan. Kebiasaan mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan. Sementara itu, pemanfaatan tenaga surya diharapkan dapat dikembangkan secara bertahap, seiring kesiapan dan kemampuan masing-masing sekolah.
Ia menambahkan, program Adiwiyata juga diharapkan mendorong kreativitas siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan. Termasuk pemanfaatan teknologi energi surya yang berpotensi dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah.
Melalui program Adiwiyata, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon berharap, upaya menjaga lingkungan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau formalitas sekolah. Kebiasaan memilah sampah, menjaga penghijauan, dan menghemat energi diharapkan dapat diterapkan secara konsisten hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.