Menjaga kestabilan pasokan pangan menjadi salah satu upaya penting dalam mengendalikan gejolak harga di pasaran. Di Kabupaten Cirebon, bawang merah menjadi komoditas strategis yang produksinya terus dijaga, terutama di wilayah sentra bagian timur. Selain itu, sektor perkebunan melalui keberadaan pabrik gula juga berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Barat.
Menjaga kestabilan pasokan pangan menjadi salah satu upaya penting dalam mengendalikan gejolak harga di pasaran. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman J Supena, mengatakan bawang merah menjadi salah satu komoditas hortikultura yang berkontribusi nyata terhadap pasokan pangan daerah. Komoditas ini juga dapat memengaruhi inflasi, ketika terjadi gejolak harga akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
Untuk menjaga kesinambungan produksi, penanaman bawang merah di wilayah sentra, khususnya kawasan timur Kabupaten Cirebon, perlu terus dipertahankan. Upaya ini dilakukan agar siklus tanam tidak terputus sehingga ketersediaan bawang merah di pasaran tetap terjaga.
Baca Juga:Pasien Terdampak Keracunan MBG Bertambah Hinga 432 Orang – VideoPerhutani KPH Kuningan Turunkan Belasan Personel Bantu Pemadaman Karhutla Ciremai – Video
Ia menjelaskan, luas areal penanaman bawang merah di Kabupaten Cirebon rata-rata mencapai tiga ribu, hingga tiga ribu lima ratus hektare setiap tahun. Hasil produksinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, sementara kelebihan pasokan dapat dipasarkan melalui kerja sama dengan daerah lain di Pulau Jawa.
Selain bawang merah, sektor perkebunan juga menjadi salah satu penopang produksi komoditas di Kabupaten Cirebon. Keberadaan dua pabrik gula yang masih aktif turut mendukung pemenuhan kebutuhan gula, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai salah satu pemasok gula di Jawa Barat.
Keberlanjutan produksi bawang merah dan gula diharapkan dapat terus dipertahankan. Dengan demikian, Kabupaten Cirebon tidak hanya mampu menjaga ketersediaan komoditas di pasar lokal, tetapi juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan di tingkat regional.