Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon menerima audiensi dari sekumpulan mahasiswa Aliansi Kuat Sosial Politik terkait perkembangan penanganan dugaan pelanggaran etik yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, setelah pernyataannya di media sosial menjadi sorotan publik. Mahasiswa meminta kejelasan langkah yang telah ditempuh BK atas persoalan yang menarik perhatian publik tersebut.Audiensi dari Aliansi Kuat Sosial Politik ini difokuskan guna membahas sejauh mana penanganan perkara yang berjalan di internal kedewanan. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa secara langsung mempertanyakan tindakan konkret yang diambil BK menyusul ramainya perbincangan di jagat maya terkait pernyataan dari pimpinan DPRD tersebut.Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cirebon, Yuki Eka Bastian, menjelaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu memanggil dan meminta klarifikasi resmi dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, guna memperoleh penjelasan utuh terkait persoalan yang berkembang.Menurut Yuki, langkah pemanggilan tersebut merupakan bagian dari mekanisme standar yang ditempuh BK dalam menindaklanjuti setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Hasil klarifikasi yang telah dihimpun nantinya akan dibahas lebih mendalam dalam rapat internal BK bersama seluruh anggota.BK juga menyatakan akan menampung dan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan oleh rekan-rekan mahasiswa dalam audiensi tersebut. Selain itu, perkembangan penanganan perkara ini dipastikan akan disampaikan berkala kepada publik sebagai bentuk keterbukaan informasi dan akuntabilitas kepada masyarakat.