Panda Bond Jadi Andalan Purbaya Kurangi Ketergantungan Dolar AS, APBN Disebut Lebih Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa - @menkeuri
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersiap menerbitkan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bond sebagai langkah memperluas sumber pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah fluktuasi nilai tukar global.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK), Herman Saheruddin, menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan pemerintah. Selama ini, pembiayaan yang terlalu bergantung pada dolar AS dinilai membuat APBN rentan terhadap gejolak kurs.

Menurut Herman, pemerintah ingin membuka akses pembiayaan dari pasar internasional lain yang memiliki minat tinggi terhadap surat utang Indonesia. Salah satu pasar yang dinilai potensial adalah China, mengingat hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang.

Baca Juga:Update Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kamis 25 Juni 2026: Menguat Tipis di Rp17.928 per Dolar ASRupiah Kembali Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Sorotan

Ia menegaskan bahwa investor di China masih memandang fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat sehingga berpotensi memberikan pembiayaan dengan biaya yang kompetitif. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya memperoleh sumber pendanaan baru, tetapi juga dapat mengurangi risiko yang berasal dari pergerakan nilai tukar dolar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga menekankan bahwa Panda Bond menjadi instrumen penting dalam strategi pembiayaan pemerintah. Menurutnya, diversifikasi mata uang merupakan langkah yang diperlukan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada pembiayaan berbasis dolar AS.

Purbaya menyebut China sebagai salah satu mitra strategis karena merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia. Selain itu, Indonesia dan China telah memiliki kerja sama Local Currency Transaction (LCT) serta bilateral swap agreement, sehingga transaksi keuangan dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal tanpa harus melalui konversi dolar AS.

Ia juga memperkirakan biaya bunga Panda Bond akan lebih rendah dibandingkan surat utang berdenominasi dolar. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi beban pembayaran bunga utang pemerintah sekaligus membuat pengelolaan fiskal menjadi lebih efisien.

Pemerintah bahkan tengah mengkaji skema penerbitan Panda Bond menggunakan mekanisme LCT. Dengan sistem tersebut, investor cukup melakukan pembayaran dalam yuan, sementara penyelesaian transaksi dilakukan oleh bank sentral kedua negara. Skema ini diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap rupiah akibat tingginya permintaan dolar AS.

0 Komentar