Kebangkitan Identitas Jawa Barat: Langkah Berani Mengganti Nama Provinsi Menjadi Tatar Sunda

Ilustrasi peta Jawa Barat dengan latar belakang motif batik Sunda dan tulisan Tatar Sunda, melambangkan usulan
Ilustrasi Peta Jawa Barat yang disematkan dengan ornamen khas Sunda dan tulisan \"Tatar Sunda\" sebagai representasi dari usulan pergantian nama provinsi yang kini tengah memasuki tahap legislasi di DPRD Jawa Barat, dengan seluruh fraksi menyatakan persetujuannya untuk melanjutkan proses ke tahap berikutnya.
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Dalam perkembangan politik dan budaya yang signifikan, roda sejarah sedang berputar di provinsi terpadat di Indonesia. Wacana seputar pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda secara resmi telah memasuki babak baru yang menjanjikan. Setelah bertahun-tahun mengalami perdebatan yang sempat membuat proposal ini meredup pada tahun 2013, 2015, dan 2020, parlemen daerah akhirnya memberikan sinyal terkuatnya bahwa perubahan ini mungkin segera menjadi kenyataan.

Pada Kamis, suasana di Ruang Komisi I Gedung DPRD Jawa Barat di Bandung terasa penuh antisipasi. Alasannya jelas: seluruh fraksi di legislatif daerah telah berkumpul untuk audiensi penting dengan akademisi, budayawan, dan sejarawan Sunda. Hasilnya bulat. Setiap fraksi—dari Demokrat, PKB, PKS, PAN, PDIP, Golkar, hingga PPP—secara resmi menyetujui untuk melanjutkan proposal ini ke tahapan legislasi berikutnya.

“Fraksi Demokrat, PKB, PKS, PAN, PDIP, Golkar, PPP menyatakan setuju ke tahapan legislasi berikutnya untuk pergantian nama Provinsi Jawa Barat. Kalau Gerindra dan Nasdem tadi sudah menyampaikan ikut saja,” ujar Rahmat Hidayat Djati, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, setelah memimpin pertemuan tersebut.

Baca Juga:40 Ponpes Di Jawa Barat Dibekali Penguatan UMKM – Video23.470 Pekerja Kena PHK Selama 2026, Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Kasus Tertinggi

Sikap politik kolektif ini menandai momen penting dalam perjalanan yang panjang dan berliku. Ini menandakan komitmen baru untuk melestarikan dan mengangkat identitas budaya masyarakat Sunda, yang dirasa banyak pihak telah terpinggirkan oleh label administratif semata. Untuk pertama kalinya, semua perwakilan hadir untuk menyampaikan sikap politik mereka secara resmi, mengubah ide yang berulang menjadi rencana aksi yang konkret.

Terobosan yang Dinanti-nantikan

Rahmat Hidayat Djati menjelaskan bahwa usulan perubahan nama provinsi ini telah menjadi topik berulang dalam beberapa pertemuan sebelumnya. Namun, baru pada kesempatan ini seluruh perwakilan fraksi hadir secara lengkap untuk memformalkan sikap politik mereka. Jalan menuju kesepakatan ini tidaklah mulus, setelah sebelumnya macet pada tahun 2013, 2015, dan 2020. Namun kegigihan para pengusul akhirnya membuahkan hasil, membawa mimpi Tatar Sunda lebih dekat dari sebelumnya.

Terobosan ini merupakan bukti dari gerakan yang tumbuh untuk mengakui dan melestarikan identitas lokal di era globalisasi. Ini mengakui bahwa sebuah nama lebih dari sekadar label; itu adalah perwujudan dari sejarah suatu bangsa, perjuangan mereka, dan aspirasi mereka. Keputusan untuk melanjutkan proposal ini mencerminkan keinginan mendalam untuk terhubung kembali dengan akar budaya yang kaya dan memproyeksikan identitas unik ke panggung nasional dan internasional.

0 Komentar