Bagi seorang anak kecil, itu bukan sekadar pindah kota. Ia harus meninggalkan ibu, saudara, dan seluruh kehidupan yang dikenalnya. Air mata mengiringi keberangkatannya.
Kesepian menjadi teman baru. Kerinduan kepada keluarga sering kali membuatnya menangis. Namun setiap kali ingin menyerah, ia selalu mengingat satu tujuan: mengubah nasib keluarganya.
Perjuangan itu tidak mudah. Di akademi, Ronaldo sempat diejek karena logat khas Madeira. Tubuhnya kurus. Penampilannya biasa saja. Namun satu hal yang tidak dimiliki pemain lain adalah obsesinya untuk menjadi yang terbaik.
Baca Juga:Ini profil Lengkap Jampidsus Febrie Ardiansyah! Karier, Pendidikan Sampai Daftar Kasus yang Pernah DitanganiPenggeledahan Serentak,Kortas Tipidkor Polri Buru Jejak Dugaan Korupsi dan TPPU Kasus Besar, Ini Daftarnya
Ketika latihan selesai, Ronaldo masih berlatih. Ketika teman-temannya beristirahat, ia masih menendang bola. Ketika pemain lain merasa cukup, Ronaldo selalu merasa masih kurang. Filosofi itu terus ia pegang sepanjang hidupnya.
Kesempatan besar datang pada 2003. Dalam laga persahabatan antara Sporting CP melawan Manchester United, remaja kurus itu membuat para pemain Inggris kewalahan.
Sir Alex Ferguson terpukau. Tak lama kemudian, Manchester United merekrutnya. Sejak saat itu, dunia mulai mengenal nama Cristiano Ronaldo.
Di Inggris, Ronaldo berubah dari pemain muda penuh trik menjadi mesin gol yang menakutkan. Bersama Manchester United, ia memenangkan berbagai gelar domestik, Liga Champions, dan meraih Ballon d’Or pertamanya.
Namun rasa lapar itu belum selesai. Ia ingin menjadi pemain terbaik sepanjang sejarah. Maka dimulailah babak baru di Real Madrid. Di klub raksasa Spanyol itu, Ronaldo menjelma menjadi simbol kesempurnaan fisik dan mental. Musim demi musim ia memecahkan rekor. Gol demi gol lahir dari kaki kanan, kaki kiri, sundulan, tendangan bebas, hingga penalti.
Setiap pertandingan seolah menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa batas manusia dapat didorong lebih jauh melalui disiplin.
Bagi Ronaldo, latihan bukan kewajiban. Latihan adalah gaya hidup. Dan di situlah ia berbeda dari kebanyakan pemain.
Baca Juga:Ini Daftar Barang Bernilai Ratusan Miliar yang Disita Kortas Tipidkor Polri di Sentul! Ada Emas 74 Kilogram!Seret Nama Jampidsus, Kortas Tipidkor Polri Geledah Restoran Mewah Bergaya Prancis di Cipete
Real Madrid bukan sekadar klub bagi Cristiano Ronaldo. Klub itu adalah panggung tempat seorang pesepak bola mengubah dirinya menjadi legenda.
Ketika bergabung pada 2009 dengan nilai transfer yang saat itu memecahkan rekor dunia, tekanan langsung mengiringinya. Mengenakan nomor punggung 9 pada musim pertama, lalu mewarisi nomor keramat 7, Ronaldo memahami satu hal: di Santiago Bernabéu, pemain hebat belum tentu dikenang. Hanya legenda yang akan hidup selamanya.
