Harga Minyak Tembus US$100, APBN Tetap Aman dan BBM Subsidi Dijaga Pemerintah

harga minyak
Harga minyak dunia kembali menembus US$100 per barel imbas konflik Timur Tengah, pemerintah pastikan BBM subsidi tak naik. | Foto:gemini
0 Komentar

Prabowo Minta Simulasi Skenario Harga Minyak

Meski APBN dinilai aman, Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajarannya menyiapkan berbagai simulasi fiskal untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga di atas US$100 per barel .

“Kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan 100 dollar AS saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung tadi,” ungkap Purbaya .

Purbaya mengakui kenaikan harga minyak memang mempersempit ruang fiskal pemerintah. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak membahayakan APBN karena pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi skenario harga minyak di kisaran US$100 per barel .

Baca Juga:Harga Minyak Tembus US$90 Lagi, Beban Berat Menanti APBN dan Kantong MasyarakatBahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun Jika Minyak Dunia Terus Melemah

Proyeksi Harga ke Depan

Goldman Sachs memperkirakan harga Brent dapat melampaui US$120 per barel pada kuartal IV-2026 jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut hingga 2027. Risiko kenaikan harga dinilai semakin besar apabila gangguan juga meluas ke Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez .

Sementara itu, harga minyak dunia pada Jumat (24/7/2026) sedikit terkoreksi. Brent turun 72 sen atau 0,72 persen menjadi US$99,97 per barel, namun masih berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 13,5 persen .

Pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan subsidi energi agar masyarakat tetap terlindungi dari gejolak harga minyak dunia. Simulasi yang sedang disusun akan menjadi dasar kebijakan fiskal apabila tren kenaikan harga minyak berlanjut .

0 Komentar