Apakah Rutin Jalan Kaki Membuat Betis Semakin Besar? Ketahui Dulu Penyebab Aslinya!

Olahraga
Ilustrasi Jalan Kaki (istockphoto)
0 Komentar

2. Kapan jalan kaki dapat membuat betis lebih berisi?

Rute dan cara berjalan menentukan seberapa keras otot bekerja. Berjalan di tanjakan butuh kerja ekstra untuk mengangkat pusat massa tubuh. Kecepatan yang lebih tinggi juga mengubah tingkat perekrutan otot tungkai.

Lebih besar kemungkinan betis lebih berisi jika kamu rutin melakukan:

  • Jalan menanjak atau menggunakan treadmill dengan kemiringan tinggi.
  • Naik-turun tangga dalam volume besar.
  • Jalan cepat dalam durasi panjang.
  • Hiking dengan membawa ransel.
  • Gerakan yang banyak bertumpu pada bagian depan kaki atau berjinjit.

Meski otot bekerja lebih keras, tetapi peningkatan aktivitas tidak menjamin betis akan membesar secara visual. Respons setiap orang dipengaruhi kondisi awal, struktur tubuh, volume latihan, asupan energi, pemulihan, dan aktivitas lain yang dilakukan.

Betis juga bisa tampak lebih penuh tepat setelah berjalan jauh. Selama otot bekerja, aliran darah menuju jaringan meningkat. Menurut studi, aliran darah pada otot betis meningkat tajam selama latihan plantar fleksi. Efek ini dapat menimbulkan sensasi penuh atau pump untuk sementara, tetapi tidak sama dengan pertumbuhan otot permanen.

Baca Juga:Ingin Mendapatkan Notifikasi Gempa? Inilah 2 Cara Mengaktifkan Alarm Bencana di HPBadminton World Championship 2026 Live di TV Mana? Cek Jadwal Pertandingan dan Link Live Streamingnya

Rasa kencang setelah medan jalanan yang berat juga dapat berkaitan dengan kelelahan atau pembengkakan kecil sementara. Ukuran betis sebaiknya tidak dinilai segera setelah berolahraga.

3. Apa yang bisa dilakukan jika tidak ingin betis makin berisi?

Aktivitas fisik teratur, termasuk jalan kaki, membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, berat badan, kesehatan mental, serta kebugaran tubuh secara keseluruhan. Para ahli merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu.

Kalau tujuan utamanya tetap aktif tanpa terlalu menantang otot betis, beberapa penyesuaian yang dapat dicoba adalah:

  • Pilih jalur yang relatif datar dengan kecepatan nyaman.
  • Kurangi sesi tanjakan curam, tangga, atau hiking berbeban jika dilakukan sangat sering.
  • Variasikan olahraga dengan aktivitas yang tidak selalu memberikan beban dominan pada betis.
  • Gunakan langkah alami dan hindari sengaja berjalan berjinjit.
  • Ukur lingkar betis pada titik dan waktu yang sama, misalnya pagi hari sebelum olahraga, selama beberapa minggu.
0 Komentar