Apakah Rutin Jalan Kaki Membuat Betis Semakin Besar? Ketahui Dulu Penyebab Aslinya!

Olahraga
Ilustrasi Jalan Kaki (istockphoto)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Berjalan-jalan adalah jenis olahraga yang paling murah dan paling mudah dilakukan. Jalan kaki tidak hanya menenangkan pikiran Anda, tetapi juga meningkatkan kesehatan Anda. Menjelajahi alam dengan berjalan kaki saja bisa menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan.

Namun, ada saja orang yang melewatkan aktivitas fisik yang satu ini karena menganggap jalan kaki akan membuat betis menjadi besar atau makin besar.

Pertanyaannya, apakah anggapan tersebut didukung oleh bukti ilmiah? Berikut ini akan dibahas fakta mengenai apakah jalan kaki bikin betis jadi besar.

Baca Juga:Ingin Mendapatkan Notifikasi Gempa? Inilah 2 Cara Mengaktifkan Alarm Bencana di HPBadminton World Championship 2026 Live di TV Mana? Cek Jadwal Pertandingan dan Link Live Streamingnya

Apakah Jalan Kaki Bikin Betis Jadi Besar?

1. Jalan kaki biasa umumnya tidak membuat betis besar

Otot gastrocnemius, yang terlihat lebih dekat ke permukaan, dan soleus, yang berada di bawahnya, membentuk sebagian besar betis. Pada setiap langkah, keduanya mengangkat tumit dan mendorong tubuh ke depan.

Jalan kaki di permukaan datar biasanya relatif ringan meskipun sering digunakan. Selain itu, tubuh dengan cepat menyesuaikan diri dengan beban sebesar berat badan sendiri. Dalam kebanyakan kasus, peningkatan otot memerlukan rangsangan yang cukup sulit dan terus-menerus, seperti latihan beban progresif.

Tinjauan ilmiah mengenai aktivitas berjalan menemukan hasil yang tidak seragam. Jalan kaki, joging, atau lari berselang dalam jangka panjang (lebih dari sekitar enam bulan) mungkin meningkatkan ukuran otot tungkai pada orang lanjut usia. Namun, perubahan tersebut tidak selalu terjadi, biasanya tidak besar, dan bukti yang ada tidak secara khusus menunjukkan bahwa jalan kaki santai akan bikin betis besar pada orang dewasa sehat.

Sebuah metaanalisis menyebut bahwa latihan aerobik tidak menghasilkan hipertrofi (pertumbuhan otot) sebesar latihan kekuatan. Analisis tersebut terutama menilai otot paha, bukan betis, sehingga hasilnya tidak dapat diterapkan secara sempurna pada semua otot. Meski demikian, temuan itu memperkuat bahwa aktivitas aerobik seperti berjalan bukan cara paling efektif untuk membesarkan otot.

Orang yang baru mulai aktif mungkin merasakan betis lebih kencang atau melihat sedikit perubahan bentuk. Ini lebih mungkin merupakan adaptasi awal, bukan pembesaran seperti yang dihasilkan latihan calf raise dengan beban.

0 Komentar