Seleksi BUMD Cirebon 2026, Hilman Mundur! Rodiyah Absen! Ini Nama-Nama yang Berpeluang Masuk Tiga Besar

Suasana pembukaan seleksi PDAM
Suasana pembukaan seleksi BUMD di Kabupaten Cirebon
0 Komentar

Karena itu, tiga nama yang nantinya lolos UKK akan menghadapi tantangan besar pada tahapan wawancara dengan KPM.

Untuk posisi Direksi PPJ, sejumlah nama juga telah mengikuti proses seleksi.

Di antaranya Ketua Komisioner KID Kabupaten Cirebon Muhammad Idrus MAg, Muhammad Syarifullah, FM Narwastru Sundaru dan Hj Wachida Silfiyanti ST. Sementara satu peserta lainnya tidak hadir dalam tahapan UKK.

Baca Juga:Bupati Cirebon Tantang Calon Direksi Baru BUMD, Cari Terobosan Pendapatan Hingga Optimalisasi Pengolahan AirBUMD PPJ Cirebon Ditarget Kendalikan Harga Pangan, Direksi Baru Diminta Kreatif – Video

Posisi Direksi PPJ menjadi salah satu jabatan strategis karena perusahaan dituntut mampu mempuyai kinerja bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Direksi nantinya tidak hanya dituntut mampu mengelola perusahaan, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca peluang usaha, meningkatkan pendapatan, melakukan efisiensi dan membangun kepercayaan publik.

Babak Penentuan Ada di Tangan Pansel

Kini bola berada di tangan Panitia Seleksi. UKK menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur kompetensi dan kelayakan para peserta sebelum nama-nama terbaik disaring menjadi tiga besar.

Setelah tiga besar ditetapkan, kandidat akan menghadapi tahapan akhir berupa wawancara dengan Kuasa Pemilik Modal.

Pada tahap inilah visi, misi, keberanian mengambil keputusan dan kemampuan kandidat menjawab persoalan konkret perusahaan daerah akan diuji lebih jauh.

Terlebih, BUMD Kabupaten Cirebon tengah menghadapi tuntutan untuk meningkatkan performa.

Perusahaan daerah tidak boleh hanya hidup dari status sebagai BUMD. Direksi, Komisaris dan Dewan Pengawas harus mampu memastikan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Harapan Bupati: BUMD Harus Berubah

Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. sebelumnya menegaskan pentingnya pembenahan dan peningkatan performa BUMD, khususnya PDAM.

Baca Juga:Target Parkir Hanya Rp14 Ribu per Titik, DPRD Pertanyakan Logika Penyusunan PAD Kabupaten CirebonPilwu Serentak 2027 Cirebon Mulai Digital, E-Voting Bakal Diuji di 177 Desa

Jumlah pelanggan menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian. PDAM dengan jumlah pelanggan sekitar 50 ribu lebih dinilai berada pada kategori sedang-menengah, sementara jumlah pelanggan sekitar 42 ribu masih berada pada skala kecil sehingga membutuhkan pembenahan.

Targetnya pun tidak main-main. Perbaikan performa, khususnya dalam penambahan pelanggan, ditargetkan bisa dilakukan dalam waktu paling cepat satu tahun dan paling lama dua tahun.

Pesan tersebut menjadi tantangan langsung bagi siapapun yang nantinya dipercaya menduduki kursi Direksi.

Artinya, proses seleksi kali ini bukan sekadar mencari siapa yang paling layak menduduki jabatan.

0 Komentar