DLH Cirebon Siap Dampingi Pembangunan IPAL Komunal Pengrajin Batu Alam Bobos – Video

DLH Cirebon Siap Dampingi Pembangunan IPAL Komunal Pengrajin Batu Alam Bobos
0 Komentar

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Cirebon menyatakan siap memberikan konsultasi dan pendampingan teknis terkait pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL komunal bagi para pengrajin batu alam di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Persoalan limbah aktivitas pengolahan batu alam di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mendapat perhatian dari DLH. Serta, DLH Kabupaten Cirebon menyatakan siap memberikan dukungan kepada pengrajin yang saat ini berinisiatif membangun IPAL komunal secara swadaya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Cirebon, Yuyu Jayudin, mengatakan dukungan yang dapat diberikan saat ini lebih difokuskan pada aspek teknis, seperti perencanaan hingga pengelolaan IPAL.

Baca Juga:Lomba Rakyat, HUT Ke-25 Partai Demokrat Di Kuningan – VideoMeriahkan Kemerdekaan HUT RI Ke 81 Dengan Cara Unik – Video

Sementara untuk bantuan anggaran pembangunan, DLH belum dapat memberikan dukungan karena pemerintah masih menerapkan efisiensi anggaran. Hingga saat ini, DLH juga mengaku belum menerima koordinasi resmi terkait pembangunan IPAL komunal yang tengah dilakukan para pengrajin batu alam di Desa Bobos.

DLH menilai pengolahan limbah batu alam sebenarnya dapat dilakukan dengan sistem yang relatif sederhana. Para pengrajin dapat membangun beberapa kolam pengendapan yang dilengkapi sistem sirkulasi. Air dari kolam pengendapan terakhir dapat digunakan kembali untuk proses produksi sehingga tidak perlu dibuang langsung ke saluran lingkungan.

Namun, keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada operasional dan pemeliharaan. Salah satunya, lumpur hasil pengendapan harus rutin diangkat dan dikelola agar tidak mengganggu fungsi IPAL.

DLH berharap pembangunan IPAL komunal yang diinisiasi para pengrajin dapat menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha batu alam yang selama ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat.

0 Komentar